Oleh: wawantbh | April 20, 2010

KETAKWAAN SEBAGAI UKURAN KESUKSESAN HIDUP

Sahabats,
Al-Quran sebagai suatu kitab yang menginformasikan ajaran, tuntunan,mushaf al quran 1 pedoman Allah kepada makhluk-makhkluknya (jin & manusia) ketika membicarakan aspek kemakhlukannya sangat banyak menginformasikan hal-hal yang terkait dengan ketaqwaan maupun lawannya.

Marilah kita renungkan kandungan ayat-ayat yang berbicara di seputar ketaqwaan berikut, selamat merenungkannya….

Yang Paling Mulia di sisi Allah adalah yang Paling Taqwa

arab 49 ayat 13

“Hai manusia. sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antaramu di sisi Allah adalah yang paling bertaqwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (TQS.49:13)

Sifat Orang Yang Bertaqwa

“Kitab (Al-Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk/hudaa bagi mereka yang bertaqwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian rizki yang Kami anugrahkan kepada mereka. dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al-Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung.” (TQS.2:2-5)

“Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan/ al-birr,akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi, dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan), dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya bila berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar; dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa.” (TQS. 2:177)

“Katakanlah: ‘Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikiam itu?’ Untuk orang-orang yang bertaqwa, pada sisi Rabb mereka ada sorga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Dan (mereka dikaruniai) isteri-isteri yang disucikan serta keridhaan Allah; Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. (yaitu) orang-orang yang berdoa:’Ya Rabb kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka.’. (Yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar(ash-shadiqiin), yang tetap taat (al-muqnitiin), yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur.” (TQS.3:15-17)

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan Rabb-mu dan kepada sorga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya) baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Dan (juga) orang-orang yang bila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri-sendiri, mereka ingat kepada Allah lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah?. Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Mereka itu balasannya adalah ampunan dari Rabb mereka dan sorga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala bagi orang yang beramal.”(TQS.3:133-136)

“Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa bila mereka ditimpa was-was dari setan, mereka ingat (yatadzakkaruu) kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya.”(QS.7: 201)

“Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam; dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah); Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bahagian.” (QS.51:17-19)

Kesimpulan dari Ciri Orang Yang Bertaqwa :
1. Beriman kepada yang ghaib
2. Mendirikan shalat dan menunaikan zakat
3. Menafkahkan sebahagian rizki yang dianugrahkan Rabb mereka -baik di waktu lapang maupun sempit- kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan), dan orang-orang yang meminta-mintan00007163-s
4. Beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kepada Kitab (Al-Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu
5. Yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan
6. Yang menepati janjinya bila berjanji
7. Yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan.
8. Yang benar (ash-shadaquu)
9. Yang berdoa mohon ampunan dan terpelihara dari neraka:’Ya Rabb kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka.’.
10. Yang tetap taat (al-muqnitiin)
11. Yang sedikit sekali tidur di waktu malam dan memohon ampun di waktu sahur.
12. Yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang
13. Yang bila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri-sendiri, mereka ingat kepada Allah lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka, lalu mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.
14. Bila mereka ditimpa was-was dari setan, mereka ingat (yatadzakkaruu) kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya

Agar Bertaqwa

“Wahai manusia, sembahlah (mengabdilah kepada) Rabb-mu yang telah menciptakanmu dan orang-orang sebelummu, agar kamu bertaqwa.” (QS. 2: 21)

“Dan ketika Kami mengambil janji dari kamu dan Kami angkatkan gunung (Thursina) di atasmu (seraya Kami berfirman): ‘Peganglah teguh-teguh apa yang Kami berikan kepadamu dan ingatlah selalu apa yang ada di dalamnya, agar kamu bertaqwa.” (TQS.2:63)

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh; orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba dan wanita dengan wanita. Maka barangsiapa yang mendapat suatu pemaafan dari saudaranya, hendaklah (yang memaafkan) mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah (yang diberi maaf) membayar (diat) kepada yang memberi maaf dengan cara yang baik. Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Rabb-mu dan suatu rahmat. Barangsiapa yang melampaui batas sesudah itu maka baginya siksa yang sangat pedih.
Dan dalam qishash itu ada hidup bagimu, hai ulil albab, supaya kamu bertaqwa.”
(TQS.2:178-179)

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.” (TQS.2:183)

“Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan Puasa bercampur dengan isteri-isterimu; mereka itu adalah pakaian bagimu, dan kamu pun pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan anfus-mu , karena itu Allah menerima taubatmu dan memaafkanmu. Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu i’tikaf dalam masjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia supaya mereka bertaqwa.” (TQS.2:187)

“Dan berilah peringatan dengan apa yang diwahyukan itu kepada orang-orang yang takut akan dihimpunkan kepada Rabb mereka, sedang bagi mereka tidak ada seorang pelindung dan pemberi syafa’at pun selain dari pada Allah, agar mereka bertaqwa.” (TQS.6:51)

“Dan bahwa ini adalah shirath/jalan-Ku yang Mustaqim, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti sabil-sabil/jalan-jalan (yang lain), karena sabil-sabil itu mencerai-beraikan kamu dari sabil-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertaqwa.” (TQS.6:153)

“Dan ketika suatu umat di antara mereka berkata: ‘Mengapa kamu menasihati kaum yang Allah akan membinasakan mereka atau mengazab mereka dengan azab yang amat keras?’ Mereka menjawab: ‘Agar kami mempunyai alasan kepada Rabb-mu dan supaya mereka bertaqwa'” (TQS.7:164)

“Dan demikianlah Kami menurunkan Al-Quran dalam bahasa Arab, dan Kami telah menerangkan dengan berulang kali di dalamnya sebahagian ancaman, agar mereka bertaqwa atau (agar) Al-Quran itu menimbulkan dzikir bagi mereka.” (TQS.20:113)

“Sesungguhnya telah Kami buatkan bagi manusia dalam Al-Quran ini setiap macam perumpamaan supaya mereka mendapat pelajaran/yatadzakkaruun. (yaitu) Al-Quran dalam bahasa Arab yang tidak ada kebengkokan (di dalamnya) agar mereka bertaqwa.” (TQS.39:27-28)

Kesimpulan Perilaku agar Bertaqwa :
1. Menyembah (mengabdi) kepada Rabb.
2. Berpegang teguh pada apa yang diberikan Tuhan, serta mengingat selalu apa yang ada di dalamnya.
3. Mengikuti Shirath al-Mustaqim
4. Berpuasa (shaum)
5. Memahami hakikat ayat-ayat Allah.
6. Memahami hikmah Al-Quran diturunkan dalam bahasa Arab
7. Memahami hikmah perumpamaan-perumpamaan dalam Al-Quran
8. Memberi peringatan kepada kaum yang lalai.
9. Bersedia menjalankan hukum qishash (bila prasyaratnya terpenuhi)

untitledSahabats, setelah kita renungkan ayat-ayat di atas, terpulang kepada kita seberapa besar tekad kita dalam berjuang untuk mengamalkannya…[]

 

 

Sumber Gambar:

1.http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:9vuvFkhO0mnCyM:http://arimateapusat.files.wordpress.com/2009/08/al-quran.jpg

2. http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:8P9ZyjJqkogI1M:http://3citi3s.files.wordpress.com/2009/06/khomeini.jpg

3. http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:o7_p8zXJO_FFdM:http://1.bp.blogspot.com/_8TEwH0-e2rU/SgRZtaVxgzI/AAAAAAAAAEE/AMJryxf6Vcw/s320/panembahan_senopati.jpg


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: