<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Dunia Keluarga Tauhid</title>
	<atom:link href="http://duniakeluarga.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://duniakeluarga.wordpress.com</link>
	<description>Tentang Tauhid Dalam Keseharian Keluarga</description>
	<lastBuildDate>Wed, 09 Jun 2010 00:35:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='duniakeluarga.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Dunia Keluarga Tauhid</title>
		<link>http://duniakeluarga.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://duniakeluarga.wordpress.com/osd.xml" title="Dunia Keluarga Tauhid" />
	<atom:link rel='hub' href='http://duniakeluarga.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Isra&#8217; Mi&#8217;raj Rasulullah SAW</title>
		<link>http://duniakeluarga.wordpress.com/2010/06/09/isra-miraj-rasulullah-saw/</link>
		<comments>http://duniakeluarga.wordpress.com/2010/06/09/isra-miraj-rasulullah-saw/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Jun 2010 00:35:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wawantbh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniakeluarga.wordpress.com/2010/06/09/isra-miraj-rasulullah-saw/</guid>
		<description><![CDATA[Salaam Sahabats&#8230; Peristiwa Isra&#8217; Mi&#8217;raj Nabi Muhammad adalah satu di antara peristiwa agung dalam penciptaan makhluk serta kejadian di alam semesta ini. Allah SWT menggambarkan peristiwa ini dalam firman-Nya, &#8220;Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidilharam ke Al Masjidilaksa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniakeluarga.wordpress.com&amp;blog=12882084&amp;post=122&amp;subd=duniakeluarga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img hspace="5" alt="buraq 4" align="left" src="http://duniakeluarga.files.wordpress.com/2010/06/buraq4.jpg?w=144&#038;h=115" width="144" height="115" />Salaam Sahabats&#8230;</p>
<p>Peristiwa Isra&#8217; Mi&#8217;raj Nabi Muhammad adalah satu di antara <strong>peristiwa agung</strong> dalam penciptaan makhluk serta kejadian di alam semesta ini. Allah SWT menggambarkan peristiwa ini dalam firman-Nya,</p>
<p><em>&#8220;Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidilharam ke Al Masjidilaksa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.&#8221;</em> (TQS.17: 1)</p>
<p><em>&#8220;Dan sesungguhnya dia (Nabi Muhammad SAW) telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, di Sidratul Muntaha. Di dekat (Sidratul Muntaha) ada syurga tempat tinggal. (Dia melihat Jibril) ketika Sidratul Muntaha diliputi oleh suatu selubung. Penglihatannya tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya. Sesungguhnya dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar.&#8221;</em> (TQS.53:13-18)</p>
<p><span id="more-122"></span>
<p>Sebenarnya keagungan dan keluar-biasaan Allah SWT dalam penciptaan ini sungguh dapat menguji keimanan kita terhadap kesempurnaan penciptaan Allah. <strong>Bila kita lebih tergerus aktivitas sehari-hari, dan menganggap bahwa Isra&#8217; Mi&#8217;raj hanya sekedar masa lalu dan catatan sejarah Rasulullah SAW saja, maka kita hendaknya perlu mencermati keyakinan keimanan kita. Ada apa dengan keyakinan kita terhadap Kemahasempurnaan ciptaan Allah?</strong></p>
<p>Marilah kita simak dan renungkan  informasi tentang Isra&#8217; Mi&#8217;raj dari Rasulullah SAW. Dalam mengikuti ayat Al-Quran dan Hadits berkenaan dengan peristiwa ini kami menghimbau kita agar belajar menempatkan penalaran kita di bawah keimanan (qalbu), selamat mencoba&#8230;</p>
<p>Berikut ini adalah kisah-kisah Isra Mi&#8217;raj yang sesuai hadist-hadist Shahih.</p>
<p>1. Qatadah: Telah mengisahi kami Anas bin Malik, dari Malik bin Sha’sha’ah ra, ia telah berkata: Telah bersabda Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam: <em>“Ketika aku di al-Bait (yaitu Baitullah atau Ka’bah) antara tidur dan jaga”, kemudian beliau menyebutkan tentang seorang lelaki di antara dua orang lelaki. “Lalu didatangkan kepadaku bejana dari emas yang dipenuhi dengan kebijaksanaan dan keimanan. Kemudian aku dibedah dari tenggorokan hingga perut bagian bawah. Lalu perutku dibasuh dengan Air Zam Zam, kemudian diisi dengan kebijaksanaan (hikmah) dan keimanan. Dan didatangkan kepadaku binatang putih yang lebih kecil dari kuda dan lebih besar dari baghal (peranakan kuda dan keledai), yaitu Buraq.&#8221; </em>(HR al-Bukhari :3207).</p>
<p>2. Hadis riwayat Malik bin Sha`sha`ah ra., ia berkata: Nabi saw. bersabda,</p>
<p><em>&#8220;Ketika aku sedang berada di dekat Baitullah antara tidur dan jaga, tiba-tiba aku mendengar ada yang berkata: Salah satu dari tiga yang berada di antara dua orang. Lalu aku didatangi dan dibawa pergi. Aku dibawakan bejana dari emas yang berisi air Zamzam. Lalu dadaku dibedah hingga ini dan ini. Qatadah berkata: Aku bertanya: Apa yang beliau maksud? Anas menjawab: Hingga ke bawah perutnya. Hatiku dikeluarkan dan dicuci dengan air Zamzam, kemudian dikembalikan ke tempatnya dan mengisinya dengan iman dan hikmah. Lalu aku didatangi binatang putih yang disebut Buraq, lebih tinggi dari khimar dan kurang dari bighal, ia meletakkan langkahnya pada pandangannya yang paling jauh. Aku ditunggangkan di atasnya. Lalu kami berangkat hingga ke langit dunia. (Sampai di sana) Jibril minta dibukakan. Dia ditanya: Siapa ini? Jibril menjawab Jibril. Ditanya lagi: Siapa bersamamu? Muhammad saw. jawab Jibril. Ditanya: Apakah ia telah diutus? Ya, jawabnya. Malaikat penjaga itu membukakan kami dan berkata: Selamat datang padanya. Sungguh, merupakan kedatangan yang baik. Lalu kami datang kepada Nabi Adam as. (selanjutnya seperti kisah pada hadis di atas). Anas menjelaskan bahwa Rasulullah bertemu dengan Nabi Isa as. dan Nabi Yahya as. di langit kedua, di langit ketiga dengan Nabi Yusuf as. di langit keempat dengan Nabi Idris as. di langit kelima dengan Nabi Harun as. Selanjutnya Rasulullah saw. bersabda: Kemudian kami berangkat lagi. Hingga tiba di langit keenam. Aku datang kepada Nabi Musa as. dan mengucap salam kepadanya. Dia berkata: Selamat datang kepada saudara dan nabi yang baik. Ketika aku meninggalkannya, ia menangis. Lalu ada yang berseru: Mengapa engkau<img hspace="5" alt="sujud 2" align="right" src="http://duniakeluarga.files.wordpress.com/2010/06/sujud2.jpg?w=118&#038;h=135" width="118" height="135" /> menangis? Nabi Musa menjawab: Tuhanku, orang muda ini Engkau utus setelahku, tetapi umatnya yang masuk surga lebih banyak daripada umatku. Kami melanjutkan perjalanan hingga langit ketujuh. Aku datang kepada Nabi Ibrahim as. Dalam hadis ini dituturkan, Nabi saw. bercerita bahwa beliau melihat empat sungai. Dari hilirnya, keluar dua sungai yang jelas dan dua sungai yang samar. Aku (Rasulullah saw.) bertanya: Hai Jibril, sungai apakah ini? Jibril menjawab: Dua sungai yang samar adalah dua sungai di surga, sedangkan yang jelas adalah sungai Nil dan Furat. Selanjutnya aku diangkat ke Baitulmakmur. Aku bertanya: Hai Jibril, apa ini? Jibril menjawab: Ini adalah Baitulmakmur. Setiap hari, tujuh puluh ribu malaikat masuk ke dalamnya. Apabila mereka keluar, tidak akan masuk kembali. Itu adalah akhir mereka masuk. Kemudian aku ditawarkan dua bejana, yang satu berisi arak dan yang lain berisi susu. Keduanya disodorkan kepadaku. Aku memilih susu. lalu dikatakan: Tepat! Allah menghendaki engkau (berada pada fitrah, kebaikan dan keutamaan). Begitu pula umatmu berada pada fitrah. Kemudian diwajibkan atasku salat lima puluh kali tiap hari. Demikian kisah seterusnya sampai akhir hadis.&#8221;</em> (Shahih Muslim No.238)</p>
<p>3.Hadis riwayat Anas bin Malik ra., ia berkata: Bahwa Rasulullah saw. bersabda,</p>
<p><em>&#8220;Aku didatangi Buraq. Lalu aku menunggangnya sampai ke Baitulmakdis. Aku mengikatnya pada pintu masjid yang biasa digunakan mengikat tunggangan oleh para nabi. Kemudian aku masuk ke masjid dan mengerjakan salat dua rakaat. Setelah aku keluar, Jibril datang membawa bejana berisi arak dan bejana berisi susu. Aku memilih susu, Jibril berkata: Engkau telah memilih fitrah.</em></p>
<p><em>Lalu Jibril membawaku naik ke langit. Ketika Jibril minta dibukakan, ada yang bertanya: Siapakah engkau? Dijawab: Jibril. Ditanya lagi: Siapa yang bersamamu? Jibril menjawab: Muhammad. Ditanya: Apakah ia telah diutus? Jawab Jibril: Ya, ia telah diutus. Lalu dibukakan bagi kami. Aku bertemu dengan Adam. Dia menyambutku dan mendoakanku dengan kebaikan. Kemudian aku dibawa naik ke langit kedua. Jibril as. minta dibukakan. Ada yang bertanya: Siapakah engkau? Jawab Jibril: Jibril. Ditanya lagi: Siapakah yang bersamamu? Jawabnya: Muhammad. Ditanya: Apakah ia telah diutus? Jawabnya: Dia telah diutus. Pintu pun dibuka untuk kami. Aku bertemu dengan Isa bin Maryam as. dan Yahya bin Zakaria as. Mereka berdua menyambutku dan mendoakanku dengan kebaikan. Aku dibawa naik ke langit ketiga. Jibril minta dibukakan. Ada yang bertanya: Siapa engkau? Dijawab: Jibril. Ditanya lagi: Siapa bersamamu? Muhammad saw. jawabnya. Ditanyakan: Dia telah diutus? Dia telah diutus, jawab Jibril. Pintu dibuka untuk kami. Aku bertemu Yusuf as. Ternyata ia telah dikaruniai sebagian keindahan. Dia menyambutku dan mendoakanku dengan kebaikan. Aku dibawa naik ke langit keempat. Jibril minta dibukakan. Ada yang bertanya: Siapa ini? Jibril menjawab: Jibril. Ditanya lagi: Siapa bersamamu? Muhammad, jawab Jibril. Ditanya: Apakah ia telah diutus? Jibril menjawab: Dia telah diutus. Kami pun dibukakan. Ternyata di sana ada Nabi Idris as. Dia menyambutku dan mendoakanku dengan kebaikan. Allah Taala berfirman Kami mengangkatnya pada tempat (martabat) yang tinggi.</em></p>
<p><em>Aku dibawa naik ke langit kelima. Jibril minta dibukakan. Ada yang bertanya: Siapa? Dijawab: Jibril. Ditanya lagi: Siapa bersamamu? Dijawab: Muhammad. Ditanya: Apakah ia telah diutus? Dijawab: Dia telah diutus. Kami dibukakan. Di sana aku bertemu Nabi Harun as. Dia menyambutku dan mendoakanku dengan kebaikan. Aku dibawa naik ke langit keenam. Jibril as. minta dibukakan. Ada yang bertanya: Siapa ini? Jawabnya: Jibril. Ditanya lagi: Siapa bersamamu? Muhammad, jawab Jibril. Ditanya: Apakah ia telah diutus? Jawabnya: Dia telah diutus. Kami dibukakan. Di sana ada Nabi Musa as. Dia menyambut dan mendoakanku dengan kebaikan. Jibril membawaku naik ke langit ketujuh. Jibril minta dibukakan. Lalu ada yang bertanya: Siapa ini? Jawabnya: Jibril. Ditanya lagi: Siapa bersamamu? Jawabnya: Muhammad. Ditanyakan: Apakah ia telah diutus? Jawabnya: Dia telah diutus. Kami dibukakan. Ternyata di sana aku bertemu Nabi Ibrahim as. sedang menyandarkan punggungnya pada Baitulmakmur. Ternyata setiap hari ada tujuh puluh ribu malaikat masuk ke Baitulmakmur dan tidak kembali lagi ke sana.</em></p>
<p><em>Kemudian aku dibawa pergi ke <strong>Sidratul-Muntaha</strong> yang dedaunannya seperti kuping-kuping gajah dan buahnya sebesar tempayan. Ketika atas perintah Allah, Sidratul Muntaha diselubungi berbagai macam keindahan, maka suasana menjadi berubah, sehingga tak seorang pun di antara makhluk Allah mampu melukiskan keindahannya. Lalu Allah memberikan wahyu kepadaku. Aku diwajibkan salat lima puluh kali dalam sehari semalam. Tatkala turun dan bertemu Nabi saw. Musa as., ia bertanya: Apa yang telah difardukan Tuhanmu kepada umatmu? Aku menjawab: Salat lima puluh kali. Dia berkata: Kembalilah kepada Tuhanmu, mintalah keringanan, karena umatmu tidak akan kuat melaksanakannya. Aku pernah mencobanya pada Bani Israel. Aku pun kembali kepada Tuhanku dan berkata: Wahai Tuhanku, berilah keringanan atas umatku. Lalu Allah mengurangi lima salat dariku. Aku kembali kepada Nabi Musa as. dan aku katakan: Allah telah mengurangi lima waktu salat dariku. Dia berkata: Umatmu masih tidak sanggup melaksanakan itu. Kembalilah kepada Tuhanmu, mintalah keringanan lagi. Tak henti-hentinya aku bolak-balik antara Tuhanku dan Nabi Musa as. sampai Allah berfirman: Hai Muhammad. Sesungguhnya kefarduannya adalah lima waktu salat sehari semalam. Setiap salat mempunyai nilai sepuluh.</em></p>
<p><em>Dengan demikian, lima salat sama dengan lima puluh salat. Dan barang siapa yang berniat untuk kebaikan, tetapi tidak melaksanakannya, maka dicatat satu kebaikan baginya. Jika ia melaksanakannya, maka dicatat sepuluh kebaikan baginya. Sebaliknya barang siapa yang berniat jahat, tetapi tidak melaksanakannya, maka tidak sesuatu pun dicatat. Kalau ia jadi mengerjakannya, maka dicatat sebagai satu kejahatan. Aku turun hingga sampai kepada Nabi Musa as., lalu aku beritahukan padanya. Dia masih saja berkata: Kembalilah kepada Tuhanmu, mintalah keringanan. Aku menyahut: Aku telah bolak-balik kepada Tuhan, hingga aku merasa malu kepada-Nya.&#8221;</em> (Shahih Muslim No.234)</p>
<p>4. Anas bin Malik r.a. berkata, “Abu Dzarr r.a. menceritakan bahwasanya Nabi Muhammad saw bersabda,</p>
<p><em>‘Dibukalah atap rumahku dan aku berada di Mekah. Turunlah Jibril a.s. dan mengoperasi dadaku, kemudian dicucinya dengan air zamzam. Ia lalu membawa mangkok besar dari emas, penuh dengan hikmah dan keimanan, lalu ditumpahkan ke dalam dadaku, kemudian dikatupkannya.</em></p>
<p><em>Ia memegang tanganku dan membawaku ke langit dunia. Ketika aku tiba di langit dunia, berkatalah Jibril kepada penjaga langit, ‘Bukalah.’ Penjaga langit itu bertanya, ‘Siapakah ini?’ Ia (jibril) menjawab, ‘Ini Jibril.’ Penjaga langit itu bertanya, ‘Apakah Anda bersama seseorang?’ Ia menjawab, ‘Ya, aku bersama Muhammad saw.’ Penjaga langit itu bertanya, ‘Apakah dia diutus?’ Ia menjawab, ‘Ya.’ Ketika penjaga langit itu membuka, kami menaiki langit dunia. Tiba tiba ada seorang laki-laki duduk di sebelah kanannya ada hitam-hitam (banyak orang) dan disebelah kirinya ada hitam-hitam (banyak orang).</em></p>
<p><em>Apabila ia memandang ke kanan, ia tertawa, dan apabila ia berpaling ke kiri, ia menangis, lalu ia berkata, ‘Selamat datang Nabi yang saleh dan anak laki-laki yang saleh.’ Aku bertanya kepada Jibril, ‘Siapakah orang ini?’ Ia menjawab, ‘Ini adalah Adam dan hitam-hitam yang di kanan dan kirinya adalah adalah jiwa anak cucunya. Yang di sebelah kanan dari mereka itu adalah penghuni surga dan hitam-hitam yang di sebelah kirinya adalah penghuni neraka.’ Apabila ia berpaling ke sebelah kanannya, ia tertawa, dan apabila ia melihat ke sebelah kirinya, ia menangis, sampai Jibril menaikkan aku ke langit yang ke dua, lalu dia berkata kepada penjaganya, ‘Bukalah.’ Berkatalah penjaga itu kepadanya seperti apa yang dikatakan oleh penjaga pertama, lalu penjaga itu membukakannya.”</em></p>
<p><em>Anas berkata, “Beliau menyebutkan bahwasanya di beberapa langit itu beliau bertemu dengan Adam, Idris, Musa, Isa, dan Ibrahim shalawatullahi alaihim, namun beliau tidak menetapkan bagaimana kedudukan (posisi) mereka, hanya saja beliau tidak menyebutkan bahwasanya beliau bertemu dengan Adam di langit dunia dan Ibrahim di langit keenam.” Anas berkata, “Ketika Jibril a.s. bersama Nabi Muhammad saw melewati Idris, Idris berkata, <img hspace="5" alt="ibrahim ismail 1" align="left" src="http://duniakeluarga.files.wordpress.com/2010/06/ibrahimismail1.jpg?w=134&#038;h=132" width="134" height="132" />‘Selamat datang Nabi yang saleh dan saudara laki-laki yang saleh.’ Aku (Rasulullah) bertanya, ‘Siapakah ini?’ Jibril menjawab, ‘Ini adalah Idris.’ Aku melewati Musa lalu ia berkata, ‘Selamat datang Nabi yang saleh dan saudara yang saleh.’ Aku bertanya, ‘Siapakah ini?’ Jibril menjawab, ‘Ini adalah Musa.’ Aku lalu melewati Isa dan ia berkata, ‘Selamat datang saudara yang saleh dan Nabi yang saleh.’ Aku bertanya, ‘Siapakah ini?’ Jibril menjawab, ‘Ini adalah Isa.’ Aku lalu melewati Ibrahim, lalu ia berkata, ‘Selamat datang Nabi yang saleh dan anak yang saleh.’ Aku bertanya,’Siapakah ini?’ Jibril menjawab, ‘Ini adalah Ibrahim as..’”</em> (HR. Bukhari no. 192)</p>
<p>5. Ibnu Syihab berkata, “Ibnu Hazm memberitahukan kepadaku bahwa Ibnu Abbas dan Abu Habbah al-Anshari berkata bahwa Nabi Muhammad saw bersabda,</p>
<p><em>‘Jibril lalu membawaku naik sampai jelas bagiku Mustawa. Di sana, aku mendengar goresan pena-pena.’</em> Ibnu Hazm dan Anas bin Malik berkata bahwa Nabi Muhammad saw. bersabda, <em>‘Allah Azza wa Jalla lalu mewajibkan atas umatku lima puluh shalat (dalam sehari semalam). Aku lalu kembali dengan membawa kewajiban itu hingga kulewati Musa, kemudian ia (Musa) berkata kepadaku, ‘Apa yang diwajibkan Allah atas umatmu?’ Aku menjawab, ‘Dia mewajibkan lima puluh kali shalat (dalam sehari semalam).’ Musa berkata, ‘Kembalilah kepada Tuhanmu karena umatmu tidak kuat atas yang demikian itu.’ Allah lalu memberi dispensasi (keringanan) kepadaku (dalam satu riwayat: Maka aku kembali dan mengajukan usulan kepada Tuhanku), lalu Tuhan membebaskan separonya. ‘Aku lalu kembali kepada Musa dan aku katakan, ‘Tuhan telah membebaskan separonya.’ Musa berkata, ‘Kembalilah kepada Tuhanmu karena sesungguhnya umatmu tidak kuat atas yang demikian itu. ‘Aku kembali kepada Tuhanku lagi, lalu Dia membebaskan separonya lagi. Aku lalu kembali kepada Musa, kemudian ia berkata, ‘Kembalilah kepada Tuhanmu karena umatmu tidak kuat atas yang demikian itu.’ Aku kembali kepada Tuhan, kemudian Dia berfirman, ‘Shalat itu lima (waktu) dan lima itu (nilainya) sama dengan lima puluh (kali), tidak ada firman yang diganti di hadapan Ku.’ Aku lalu kembali kepada Musa, lalu ia berkata, ‘Kembalilah kepada Tuhanmu.’ Aku jawab, ‘(Sungguh) aku malu kepada Tuhanku.’ Jibril lalu pergi bersamaku sampai ke <strong>Sidratul Muntaha</strong> dan Sidratul Muntaha itu tertutup oleh warna-warna yang aku tidak mengetahui apakah itu sebenarnya? Aku lalu dimasukkan ke surga. Tiba-tiba di sana ada kail dari mutiara dan debunya adalah kasturi.’”</em>(HR. Bukhari no. 193, 194)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>6.Aisyah r.a. berkata, <em>“Allah Ta’ala memfardhukan shalat ketika difardhukan-Nya dua rakaat-dua rakaat, baik di rumah maupun dalam perjalanan. Selanjutnya, dua rakaat itu ditetapkan shalat dalam perjalanan dan shalat di rumah ditambah lagi (rakaatnya).”</em> (Dalam satu riwayat: Kemudian Nabi Muhammad saw. hijrah, lalu difardhukan shalat itu menjadi empat rakaat dan dibiarkan shalat dalam bepergian sebagaimana semula, 4/267).(HR. Bukhari no. 195)</p>
<p>7.Dari Anas bin Malik, ia telah berkata: Telah bersabda Rasulullah SAW, <em>“Aku didatangi mereka (malaikat), kemudian mengajakku ke Sumur Zam Zam. Lalu dadaku dibedah, kemudian dibasuh dengan Air Zam Zam. Lalu aku dikembalikan.”</em> (HR Muslim (162.2), Kitab Iman, Bab Isra&#8217;)</p>
<p>
8. Dari Ibnu Abbas, ia telah berkata: <em>&#8220;Ketika Nabi SAW diisra`kan, beliau melewati seorang nabi dan beberapa nabi, dan bersama mereka ada banyak orang. Dan seorang nabi dan beberapa nabi, dan bersama mereka beberapa orang. Dan seorang nabi dan beberapa nabi, dan bersama mereka tidak ada seorangpun sampai beliau melewati kelompok yang besar. Aku berkata: Siapa Ini? Dijawablah (oleh Jibril): Musa dan kaumnya. Akan tetapi angkatlah kepalamu, kemudian lihatlah! Kemudian ada kelompok besar yang memenuhi ufuk dari sebelah sana dan dari sebelah sana. Lalu dikatakan (oleh Jibril): Mereka adalah umatmu dan yang lainnya adalah kelompok dari umatmu yang berjumlah tujuh puluh ribu (70.000) orang yang akan masuk surga tanpa hisab (perhitungan amal). Kemudian beliau masuk (ke kamar beliau) dan mereka (para sahabat) tidak menanyai beliau dan beliau tidak menerangkan kepada mereka. Maka mereka berkata: &#8220;Kami adalah mereka itu tadi&#8221;. Dan ada pula yang berkata: &#8220;Mereka adalah anak-anak kami yang lahir dalam fitrah dan Islam&#8221;. Kemudian Nabi SAW keluar, lalu bersabda: &#8220;Mereka adalah orang-orang yang tidak berobat dengan besi panas, tidak meruqyah, dan tidak pula bertakhayul (tathayyur). Dan mereka bertawakal kepada Tuhan mereka. Lantas Ukasyah bin Mihshan berdiri lalu berkata: Saya termasuk mereka wahai Rasulullah? Beliau menjawab: Ya. Kemudian yang lain lagi berdiri lalu berkata pula: Saya termasuk mereka?&#8221; Beliau menjawab: Kamu telah didahului oleh Ukasyah (dalam bertanya demikian).&#8221;</em> (HR at-Tirmidzi: 2446). Beliau berkata: &#8220;Ini adalah hadits hasan shahih&#8221;.</p>
<p>Dalam hadits ini terdapat tambahan seorang sahabat lagi yang mendapat kabar gembira akan masuk surga, yaitu Ukasyah bin Mihshan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>9. Hadis riwayat Ibnu Abbas ra., ia berkata: Rasulullah saw. menuturkan perjalanan Isra’nya. Beliau bersabda,<em>&#8220;Nabi Musa as. berkulit sawo matang, tingginya seperti lelaki Syanu’ah (nama kabilah). Beliau bersabda pula: Nabi Isa as. itu gempal, tingginya sedang. Beliau juga menuturkan tentang Malik as. penjaga Jahanam dan Dajjal.&#8221;</em> (Shahih Muslim No.239)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>10. Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata: Nabi saw. bersabda,</p>
<p><em>&#8220;Ketika aku diisra’kan, aku bertemu dengan Nabi Musa as., ia seorang lelaki yang tinggi kurus dengan rambut berombak, seperti seorang Bani Syanu’ah. Aku juga bertemu dengan Nabi Isa as. ia berperawakan sedang, berkulit merah, seakan-akan baru keluar dari pemandian. Aku bertemu dengan Nabi Ibrahim as. Akulah keturunannya yang paling mirip dengannya. Lalu aku diberi dua bejana, yang satu berisi susu dan yang lain berisi arak. Dikatakan padaku: Ambillah yang engkau suka. Aku mengambil susu dan meminumnya. Kemudian dikatakan: Engkau diberi petunjuk dengan fitrah atau engkau menepati fitrah. Seandainya engkau mengambil arak, niscaya sesat umatmu.&#8221;</em> (Shahih Muslim No.245)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>11. Anas berkata: Telah bersabda Rasulullah SAW,<em>“Tidaklah aku melewati sekelompok malaikat pada malam aku diisra`kan kecuali mereka berkata: Wahai Muhammad, suruhlah umatmu berbekam.”</em><br />
HR Ibnu Majah (3479), Kitab Pengobatan, Bab Bekam. Disahkan al-Albani dalam Shahih al-Jami` (II: 5671), dan Takhrij al-Misykat (4544).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>12. Dari Ibnu ‘Abbas, bahwasanya Rasulullah SAW telah bersabda:</p>
<p><em>“Tidaklah aku melewati sekelompok malaikat pada malam aku diisra`kan kecuali tiap mereka berkata kepadaku: Wajib bagimu wahai Muhammad untuk berbekam.”</em> HR Ibnu Majah (3477), Kitab Pengobatan, Bab Bekam. Dishahihkan al-Albani dalam ash-Shahihah (V: 2263) dan Shahih al-Jami` (II: 5672).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>13. Dari Ibnu Mas’ud, ia telah berkata: Telah bersabda Rasulullah SAW,</p>
<p><em>&#8220;Aku bertemu Ibrahim pada malam aku diisra’kan. Iapun bertanya: “Wahai Muhammad, suruhlah umatmu mengucapkan salam kepadaku, dan kabarkanlah kepada mereka bahwa sesungguhnya surga subur tanahnya, manis airnya, dan terhampar luas. Dan bahwasanya tanamannya adalah (ucapan dzikir) Subhanallah, Alhamdulillah, La ilaha illallah, Allahu Akbar.”&#8221;</em> HR at-Tirmidzi (3462), Kitab Doa-Doa dari Rasulullah, Bab Dalil tentang Keutamaan Tasbih, Takbir, Tahlil, dan Tahmid.</p>
<p>Beliau berkata: Ini adalah hadits hasan gharib dari sisi ini dari hadits Ibnu Mas’ud. Dihasankan al-Albani dalam ash-Shahihah (I:105) dengan dua syahid (penguat) dari hadits Ibnu ‘Umar dan hadits Abu Ayyub al-Anshari.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>14. Dari Abu Hurairah, ia telah berkata: Telah bersabda Rasulullah SAW,</p>
<p><em>“….. Dan sungguh telah diperlihatkan kepadaku jama’ah para nabi. Adapun Musa, dia sedang berdiri shalat. Dia lelaki tinggi kekar seakan-akan dia termasuk suku Sanu’ah. Dan ada pula ‘Isa bin Maryam alaihi`ssalam sedang berdiri shalat. Manusia yang paling mirip dengannya adalah ‘Urwah bin Mas’ud ats-Tsaqafi. Ada pula Ibrahim ‘alaihi`ssalam sedang berdiri shalat. Orang yang paling mirip dengannya adalah sahabat kalian ini, yakni beliau sendiri. Kemudian diserukanlah shalat. Lantas aku mengimami mereka. Seusai shalat, ada yang berkata (Jibril): “Wahai Muhammad, ini adalah Malik, penjaga neraka. Berilah salam kepadanya!” Akupun menoleh kepadanya, namun dia mendahuluiku memberi salam.&#8221;</em> HR Muslim (172).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>15. Dari Anas bin Malik, bahwasanya Rasulullah SAW telah bersabda,<em>“Pada malam aku diisra’kan aku melewati Musa di gundukan tanah merah ketika dia sedang shalat di dalam kuburnya.”</em> HR Muslim (2375), Kitab Keutamaan-Keutamaan, Bab Sebagian Keutamaan Musa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>16. Dari Abu al-’Aliyah: Telah mengisahi kami sepupu Nabi kalian, yaitu Ibnu ‘Abbas radhiya`llahu ‘anhuma, dari Nabi SAW, beliau telah bersabda,</p>
<p><em> “Pada malam aku diisra’kan aku telah melihat Musa, seorang lelaki berkulit sawo matang, tinggi kekar, seakan-akan dia adalah lelaki Suku Syanu’ah. Dan aku telah melihat ‘Isa, seorang lelaki bertinggi sedang, berambut lurus. Dan aku juga telah melihat Malaikat Penjaga Neraka dan Dajjal” termasuk ayat yang telah diperlihatkan Allah kepada beliau. {maka janganlah kamu ragu tentang pertemuan dengannya (yaitu Musa) (as-Sajdah, 32: 23)}.&#8221;</em></p>
<p>17. Dari Anas dan Abu Bakrah, dari Nabi SAW, <em>“Malaikat-malaikat kota Madinah berjaga-jaga dari Dajjal.”</em> (HR al-Bukhari: 3239), Kitab Permulaaan Penciptaan, Bab Penyebutan Malaikat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>18. Abu Hurairah telah berkata: <em>Pada malam beliau diisra`kan, disodorkan kepada Rasulullah SAW dua gelas minuman: khamr (minuman keras) dan susu. Beliaupun melihat keduanya, lalu mengambil susu. Jibril berkata: “Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki engkau kepada fitrah. Seandainya engkau mengambil khamr, niscaya binasalah umatmu.”</em> HR al-Bukhari (4709), Kitab Tafsir al-Qur’an, Bab Firmannya {yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram (al-Isra’, 17: 1)}.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>19. Dari Abu Hurairah, ia telah berkata: Telah bersabda Rasulullah SAW,</p>
<p><em>&#8220;Ketika aku diisra`kan, aku bertemu Musa. Dia berkata: Kemudian beliau menyifatkannya. Dia adalah lelaki, aku mengira beliau bersabda: Kurus, agak tinggi. Rambutnya ikal, seakan-akan dari suku Syanu’ah. Beliau bersabda: Dan aku bertemu ‘Isa. Dia berkata: Kemudian beliau menyifatkannya. Beliau bersabda: Tingginya sedang, berkulit kemerahan, seperti baru keluar dari Dimas, yaitu pemandian. Dan aku telah melihat Ibrahim. Beliau bersabda: Dan aku adalah keturunannya yang paling mirip dengannya. Beliau bersabda: Dan disodorkan kepadaku dua gelas minuman. Salah satunya susu, dan yang lain khamr. Kemudian dikatakan kepadaku: Ambillah yang mana dari keduanya yang engkau kehendaki! Akupun mengambil susu, kemudian meminumnya. Lalu dikatakan kepadaku: “Engkau telah ditunjuki kepada fitrah” atau “Engkau telah menepati fitrah. Adapun sungguh seandainya engkau mengambil khamr, niscaya binasalah umatmu.”</em> (HR at-Tirmidzi :3130), Kitab Tafsir al-Qur`an dari Rasulullah, Bab Dan Dari Surah Bani Isra`il. Beliau berkata: “Ini adalah hadits hasan shahih.”</p>
<p>Nah, sahabats..</p>
<p>Sekarang berpulang kepada kita sendiri dalam mencerna dan mengmbil pelajaran dan hikmah dari yang Allah alamkan kepada Rasulullah SAW, apakah kita menjadi hamba yang sepenuhnya mampu mensyukuri nikmat informasi ini, ataukah kita menjadi hamba yang tergerus oleh aktivitas rutin kita sehari-hari yang tak kan pernah berakhir?</p>
<p><em>Wallahu a&#8217;lam bi shawwab.</em>[]</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sumber:</p>
<p>1. <a href="http://shasumaa.multiply.com">http://shasumaa.multiply.com</a></p>
<p>2. <a href="http://bambies.wordpress.com/2010/02/23/kisah-isra-miraj-menurut-hadis-as-sayid-muhammad-bin-alawi-al-maliki-1/">http://bambies.wordpress.com/2010/02/23/kisah-isra-miraj-menurut-hadis-as-sayid-muhammad-bin-alawi-al-maliki-1/</a></p>
<p>3. <a href="http://media.isnet.org/isnet/Djamal/isra.html">http://media.isnet.org/isnet/Djamal/isra.html</a></p>
<p>4. <a href="http://shasumaa.multiply.com/reviews/item/10">http://shasumaa.multiply.com/reviews/item/10</a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sumber Gambar:</p>
<p>1. <a href="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:Agg_WPJmJx3pKM::muslimrationalism.files.wordpress.com/2008/11/buraq-from-a-17th-century-mughal-miniature.jpg&amp;t=1&amp;h=198&amp;w=254&amp;usg=__4A7mwNtdpQgp_X8dPrOix-6zPQM">http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:Agg_WPJmJx3pKM::muslimrationalism.files.wordpress.com/2008/11/buraq-from-a-17th-century-mughal-miniature.jpg&amp;t=1&amp;h=198&amp;w=254&amp;usg=__4A7mwNtdpQgp_X8dPrOix-6zPQM</a>=</p>
<p>2. <a href="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:EeEBBUveRdIf6M:http://4.bp.blogspot.com/_KkuIWjXBgGA/SbBIoEdlgZI/AAAAAAAAAFA/xjCM6x6it6w/s400/san9saka%2B%27sujudterindah%27.jpg">http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:EeEBBUveRdIf6M:http://4.bp.blogspot.com/_KkuIWjXBgGA/SbBIoEdlgZI/AAAAAAAAAFA/xjCM6x6it6w/s400/san9saka%2B%27sujudterindah%27.jpg</a></p>
<p>3. <a href="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:mWjWNDDdTfozeM:http://www.med.univ-angers.fr/discipline/pedopsy/ASE/parentalite/abraham-isaac.JPG">http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:mWjWNDDdTfozeM:http://www.med.univ-angers.fr/discipline/pedopsy/ASE/parentalite/abraham-isaac.JPG</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniakeluarga.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniakeluarga.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniakeluarga.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniakeluarga.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/duniakeluarga.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/duniakeluarga.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/duniakeluarga.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/duniakeluarga.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniakeluarga.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniakeluarga.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniakeluarga.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniakeluarga.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniakeluarga.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniakeluarga.wordpress.com/122/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniakeluarga.wordpress.com&amp;blog=12882084&amp;post=122&amp;subd=duniakeluarga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniakeluarga.wordpress.com/2010/06/09/isra-miraj-rasulullah-saw/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9edb11941902455295f5a25410ea99ec?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wawantbh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duniakeluarga.files.wordpress.com/2010/06/buraq4.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">buraq 4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duniakeluarga.files.wordpress.com/2010/06/sujud2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sujud 2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duniakeluarga.files.wordpress.com/2010/06/ibrahimismail1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ibrahim ismail 1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Shaum Sunnah Bulan Rajab</title>
		<link>http://duniakeluarga.wordpress.com/2010/06/04/shaum-sunnah-bulan-rajab/</link>
		<comments>http://duniakeluarga.wordpress.com/2010/06/04/shaum-sunnah-bulan-rajab/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Jun 2010 23:51:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wawantbh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hadits]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniakeluarga.wordpress.com/2010/06/04/shaum-sunnah-bulan-rajab/</guid>
		<description><![CDATA[Salaam Sahabats&#8230; Masih dalam rangka mensyukuri umur kita yang hingga saat ini masih diberi nafas untuk menikati hidup ini, kami sajikan ke hadapan sahabats sedikit informasi tentang keutamaan shaum di bulan Rajab yang kami kutip dari buku &#8220;KEAGUNGAN RAJAB &#38; SYA&#8217;BAN&#8221; karya Ustadz Abdul Manan bin H. Muhammad Sobari tentang Sham Sunnah di Bulan Rajab [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniakeluarga.wordpress.com&amp;blog=12882084&amp;post=118&amp;subd=duniakeluarga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img hspace="5" alt="durratun nashihin2" align="left" src="http://duniakeluarga.files.wordpress.com/2010/06/durratunnashihin2-1.jpg?w=112&#038;h=120" width="112" height="120" />Salaam Sahabats&#8230;</p>
<p>Masih dalam rangka mensyukuri umur kita yang hingga saat ini masih diberi nafas untuk menikati hidup ini, kami sajikan ke hadapan sahabats sedikit informasi tentang keutamaan shaum di bulan Rajab yang kami kutip dari buku &#8220;KEAGUNGAN RAJAB &amp; SYA&#8217;BAN&#8221; karya Ustadz Abdul Manan bin H. Muhammad Sobari tentang Sham Sunnah di Bulan Rajab yang beliau merujuk dari Kitab Durratun Nashihin.</p>
<p>Semoga memberikam limpahan rahmat-Nya kepada Ustadz Abdul Manan serta bagi kita semua&#8230;</p>
<p><span id="more-118"></span>
<p>Dalam kitab <strong>Durratun Nashihin</strong> dituliskan bahwa barangsiapa melakukan shaum sunnah pada bulan Rajab, maka akan dihapus dosanya. <strong>Abu Muhammad Al-Khalaali ra.</strong> telah menceritakan tentang keutamaan bulan Rajab bahwa <strong>Ibnu Abbas ra.</strong> pernah berkata:<em>&#8220;Shaum di hari pertama bulan Rajab, menghilangkan/menghapus dosa tiga tahun, dan di hari kedua menghapus dosa dua tahun, dan pada hari ketiga menghapus dosa setahun. Kemudian puasa setiap hari bulan Rajab menghapus dosa sebulan.&#8221;</em> (Durratun Nashihin I:163-164)</p>
<p><strong>Nabi saw.</strong> bersabda:<em>&#8220;Hai Salman, demi kebenaran kebangkitanku menjadi Nabi, tiada seorang muslim laki-laki dan perempuan yang shaum (meskipun hanya) satu hari dan shalat malam pada bulan Rajab dengan maksud ikhlas (lillahi Ta&#8217;ala) semata, kecuali Allah mencatat baginya seperti shaum setahun dan mengerjakan shalat malam satu tahun.&#8221;</em> (Durratun Nashihin I:167)</p>
<p><strong>Rasulullah saw.</strong> bersabda lagi:<em>&#8220;Sesungguhnya di dalam sorga terdapat sebuah sungai yang namanya Rajab, airnya lebih putih dari pada susu, lebih manis dari pada madu. Barangsiapa shaum satu hari di bulan Rajab, maka Allah memberi minum kepadanya dari sungai itu.&#8221;</em> (Durratun Nashihin I:164)</p>
<p><strong>Rasulullah saw.</strong> juga bersabda:<em>&#8220;Ketahuilah, bahwa Rajab itu adalah bulan Allah yang pekak (tuli). Maka barangsiapa shaum satu hari di bulan Rajab dengan penuh percaya dan ikhlas, maka pasti mendapat keridhaan yang besar dari Allah. Barangsiapa shaum dua hari, maka para penghuni langit dan bumi tidak akan menilai dia tidak memperoleh karomah/kemuliaan di sisi Allah. Barangsiapa shaum tiga hari maka diselamatkan oleh Allah dari bahaya dunia dan dari siksaan akhirat serta diselamatkan dari sakit gila, lepra, penyakit balak (penyakit putih-putih kulit yang menyebabkan gatal-gatal), dan diselamatkan dari fitnah syetan dan dajjal. Barangsiapa shaum tujuh hari, ditutuplah baginya pintu Jahannam. Barangsiapa shaum delapan hari, maka dibukakan baginya pintu sorga. Barangsiapa shaum sepuluh hari, dia tidak akan minta sesuatu kepada Allah melainkan pasti Dia kabulkan. Barangsiapa shaum limabelas hari, maka Allah mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan mengganti semua kejahatannya dengan kebaikan. Dan barangsiapa menambah (shaumnya) maka Allah pun menambah pahala shaumnya.&#8221;</em> (Durratun Nashihin I:160-161)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam riwayat <strong>Ibnu Abbas ra.</strong> disebutkan bahwa shaum sebulan penuh di bulan Rajab adalah makruh. <strong>Imam Ahmad ra.</strong>  pun memakruhkannya juga. Orang yang shaum di bulan Rajab sebaiknya jangan sebulan penuh, tetapi tidak usah shaum dua atau tiga harinya.</p>
<p><strong>Imam Ahmad ra.</strong> meriwayatkan dari <strong>Ibnu Abbas ra.</strong>, akan tetapi hukum makruhnya menjadi hilang bila shaum di bulan Rajab itu disertai dengan di bulan-bulan selainnya. <strong>Al-Mawardi</strong> berpendapat dalam kitab <em><strong>Iqna</strong></em>, <em>&#8220;Disunanahkan shaum di bulanRajab dan Sya&#8217;ban.&#8221;</em></p>
<p>Dalam riwayat <strong>Abu Qilabah ra.</strong> disebutkan bahwa sesungguhnya di dalam sorga terdapat satu istana untuk mereka yang shaum di bulan Rajab. Kata <strong>Baihaqi ra.</strong>:<em>&#8220;Abu Qilabah ra. adalah tabi&#8217;in, orang besar yang menyampaikan itu dari yang lebih tinggi dari padanya yakni sahabat yang mendengar dari Rasulullah saw.&#8221;</em></p>
<p>Dari <strong>A&#8217;isyah ra.</strong> yang mengatakan:&#8221;Nabi bersabda,<em>&#8216;Semua orang dalam <img hspace="5" alt="kelaparan 1" align="right" src="http://duniakeluarga.files.wordpress.com/2010/06/kelaparan1.jpg?w=129&#038;h=99" width="129" height="99" />keadaan lapar di hari Kiamat, kecuali para Nabi dan para keluarganya serta orang-orang yang shaum di bulan Rajab, Sya&#8217;ban dan Ramadhan. Maka sesungguhnya mereka kenyang dan tidak ada rasa lapar dan dahaga bagi mereka.&#8217;</em> &#8221; (Durratun Nashihin I:165)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Nah Sahabats, demikianlah keterangan dari Rasulullah saw., para Sahabat, tabi&#8217;in serta para ulama tentang keutamaan shaum sunnah di bulan Rajab. Semoga hal ini menambah <em>ghirah</em> kita untuk mengamalkannya dengan ikhlas.</p>
<p><em>Wallahu a&#8217;lam bi shawwab.</em> []</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sumber:</p>
<p>Keagungan Rajab dan Sya’ban,Abdul Manan bin H. Muhammad Sobari, Penerbit Republika, Jakarta, 2006.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sumber Gambar:</p>
<p>1. <a href="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:WbEFbDIzaSsGxM:http://i5.photobucket.com/albums/y156/semisaku/quran-de3.jpg">http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:WbEFbDIzaSsGxM:http://i5.photobucket.com/albums/y156/semisaku/quran-de3.jpg</a></p>
<p>2. <a href="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:bSy3Vu3Z3LnqGM:http://matanews.com/wp-content/uploads/kelaparan.jpg">http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:bSy3Vu3Z3LnqGM:http://matanews.com/wp-content/uploads/kelaparan.jpg</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniakeluarga.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniakeluarga.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniakeluarga.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniakeluarga.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/duniakeluarga.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/duniakeluarga.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/duniakeluarga.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/duniakeluarga.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniakeluarga.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniakeluarga.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniakeluarga.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniakeluarga.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniakeluarga.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniakeluarga.wordpress.com/118/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniakeluarga.wordpress.com&amp;blog=12882084&amp;post=118&amp;subd=duniakeluarga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniakeluarga.wordpress.com/2010/06/04/shaum-sunnah-bulan-rajab/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9edb11941902455295f5a25410ea99ec?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wawantbh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duniakeluarga.files.wordpress.com/2010/06/durratunnashihin2-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">durratun nashihin2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duniakeluarga.files.wordpress.com/2010/06/kelaparan1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kelaparan 1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>RAJAB ADALAH BULAN ALLAH SWT</title>
		<link>http://duniakeluarga.wordpress.com/2010/05/30/rajab-adalah-bulan-allah-swt/</link>
		<comments>http://duniakeluarga.wordpress.com/2010/05/30/rajab-adalah-bulan-allah-swt/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 May 2010 06:47:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wawantbh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hadits]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniakeluarga.wordpress.com/2010/05/30/rajab-adalah-bulan-allah-swt/</guid>
		<description><![CDATA[Salaam Sahabats&#8230; Tanpa terasa waktu bergulir, Alhamdulillah pertengahan bulan Jumadil Akhir (Jumadits Tsani) 1431 H sebentar lagi kita lewati. Hari-hari menjelang datangnya Hilal bulan Rajab 1431 H segera menemui kita, sudahkah kita mempersiapkan diri untuk menyambut tamu-tamu agung kita? Sudahkah kita menambah ilmu dan amaliah kita tentang Rajab, Sya&#8217;ban dan Ramadhan? Tahukah kita bahwa Rasulullah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniakeluarga.wordpress.com&amp;blog=12882084&amp;post=112&amp;subd=duniakeluarga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://duniakeluarga.files.wordpress.com/2010/05/hilalbulan.jpg?w=140&#038;h=104" alt="hilal bulan" hspace="5" width="140" height="104" align="left" />Salaam Sahabats&#8230;</p>
<p>Tanpa terasa waktu bergulir, <em>Alhamdulillah</em> pertengahan bulan Jumadil Akhir (Jumadits Tsani) 1431 H sebentar lagi kita lewati. Hari-hari menjelang datangnya Hilal bulan Rajab 1431 H segera menemui kita, <strong>sudahkah kita mempersiapkan diri untuk menyambut tamu-tamu agung kita? Sudahkah kita menambah ilmu dan amaliah kita tentang Rajab, Sya&#8217;ban dan Ramadhan? Tahukah kita bahwa Rasulullah saw. bersabda tentang ketiga bulan tersebut,<em>&#8220;Sesungguhnya Rajab adalah bulan Allah, Sya&#8217;ban adalah bulanku, dan Ramadhan adalah bulan umatku.&#8221;</em> (diriwayatkan dalam kitab Duratun Nashihin I:63)?</strong></p>
<p><span id="more-112"></span></p>
<p>Dalam buku <strong>&#8220;Keagungan Rajab &amp; Sya&#8217;ban&#8221;</strong> karya <strong>Ust. Abdul Manan bin H. Muhammad Sobari</strong>, yang diterbitkan oleh Penerbit Republika diriwayatkan bahwa: <em>&#8220;Setelah bulan Rajab naik ke langit, lalu Allah berfirman kepadanya: &#8216;Wahai bulan-Ku, adakah mereka menyukaimu?&#8217; Rajab diam saja, sehingga Allah mengulangi lagi pertanyaan-Nya dua atau tiga kali. Kemudian Rajab menjawab,&#8217;Tuhanku Engkau Maha Menutupi segala cela (kesalahan)dan Engkau telah memerintahkan kepada makhluk-Mu supaya menutupi cela orang lain dan Rasul-Mu telah menamaiku si Pekak (Tuli). Saya mendengar ketaatan makhluk-Mu dan tiada mendengar kedurhakaan mereka.&#8217; Kemudian Allah berfirman lagi,<strong>&#8216;Engkau adalah bulan-Ku yang memiliki cela lagi pekak (tuli) dan para hamba-Ku pun memiliki cela. Kuterima mereka beserta cela mereka dengan sebab kemuliaanmu (Rajab), sehingga Aku pun menerima dirimu sedang engkaupun memiliki cela. Aku mengampuni mereka dengan sebab penyesalan mereka yang hanya sekali padamu (di bulan Rajab) dan Aku pun tidak mencatat perbuatan cela mereka di waktumu (bulan Rajab).&#8221;</strong></em></p>
<p>Dalam riwayat yang lain, disebutkan bahwa bulan Rajab dinamai si Pekak (Tuli) karena malaikat Kiroman Katibin mencatat semua kebaikan dan kejahatan di semua bulan, tetapi di bulan Rajab hanya menulis kebaikan saja, tidak mencatat semua kejahatan yang dilakukan hamba karena mereka tidak mendengar kejahatan terjadi  pada bulan Rajab yang harus mereka catat.</p>
<p><strong>Keagungan Hari Jumat Pada Bulan Rajab<br />
</strong></p>
<p><strong>Jumat Pertama Bulan Rajab<br />
</strong>Diriwayatkan dalam kitab Duratun Nashihin, bahwa Abu Bakar ra. Berkata,<em>&#8220;Apabila telah lewat 1/3 malam Jumat pertama bulan Rajab, para malaikat yang di langit dan di bumi berkumpul di sisi Ka&#8217;bah. Lalu Allah berfirman kepada mereka,&#8217;Hai para malaikat-Ku, mintalah apa yang kamu inginkan.&#8217; Para malaikat menjawab,&#8217;Ya Rabb, kami menginginkan untuk orang-orang yang shaum Rajab, agar Engkau beri ampunan.&#8217; Allah menjawab,&#8217;Hai para malaikat-Ku, demi keperkasaan-Ku dan ketinggian-Ku, sungguh mereka telah Kuampuni.&#8217;&#8221;</em> (Duratun Nashihin I:162)<img src="http://duniakeluarga.files.wordpress.com/2010/05/durratunnashihin2.jpg?w=112&#038;h=120" alt="durratun nashihin2" hspace="5" width="112" height="120" align="right" /></p>
<p><strong>Setiap Malam Jumat Bulan Rajab</strong><br />
Pada setiap malam Jumat bulan Rajab para malaikat berkumpul di belakang gunung Qaf. Di sana terdapat sebuah bumi berwarna putih seperti perak, luasnya tujuh kali dunia ini. Para malaikat memenuhi tempat itu dengan begitu padat, seandainya ada sebatang jarum jatuh ke sana, pasti akan mengenai mereka. Para malaikat semuanya memgang bendera yang bertuliskan &#8220;Laa ilaha illallah Muhammadur Rasulullah&#8221;.<br />
Mereka duduk tawadhu (merendahkan diri), memohonkan keselamatan bagi umat Nabi Muhammad saw. kepada Allah dan berdoa sampai waktu subuh tiba dengan doa: &#8220;Ya Tuhan kami, kasihanilah umat Muhammad, janganlah Engkau siksa mereka.&#8221; Allah SWT menjawab,&#8221;Sungguh mereka telah Aku ampuni.&#8221; (Duratun Nashihin I:162)</p>
<p><strong>Mengagungkan Rajab Dengan Memperbanyak Ibadah di Dalamnya (Ahli Rajab)<br />
</strong>Pada bulan Rajab, hendaklah kita memperbanyak shalat malam, istighfar dan taubat, membaca shalawat, shaum sunnat Rajab serta ibadah lainnya. Kelak, siapa saja yang mengerjakan karena mengharapkan ridha Allah, akan melintasi jembatan Shiratal Mustaqim seperti kilat yang menyambar.<br />
Rasulullah saw. bersabda, <em>&#8220;Bila datang hari Kiamat, maka ada suara yang memanggil:&#8217;Dimana para Ahli Rajab?&#8217; Maka memancarlah sinar, kemudian disusul oleh para malaikat yang diikuti oleh para Ahli Rajab, dan mereka semua melewati  jembatan Shiratal Mustaqim seperti halilintar yang menyambar. Selanjutnya mereka sujud kepada Allah karena bersyukur telah mampu (selamat) melintasi jembatan Shiratal Mustaqim. Maka Allah Ta&#8217;ala berfirman: &#8216;Wahai para Ahli Rajab, angkatlah kepala kalian pada hari ini disebabkan kalian telah bersujud di dunia pada bulan-Ku (Rajab). Pergilah ke tempat kalian masing.&#8217;&#8221;</em> (Duratun Nashihin I:165-166)</p>
<p><strong>Amalan Yang Dianjurkan selama Bulan Rajab</strong></p>
<ul>
<li>Menurut kitab Duratun Nashihin, amalan yang sebaiknya kita kerjakan selama Rajab adalah:</li>
<li>Taubat dan Istigfar</li>
<li>Memperbanyak bershalawat</li>
<li>Bertasbih</li>
<li>Membaca doa di bulan Rajab</li>
<li>Shalat malam di bulan Rajab</li>
<li>Shalat Fardhu berjamaah</li>
<li>Membaca QS.Al-Ikhlas setiap hari selama Rajab</li>
<li>Shaum sunah bulan Rajab</li>
<li>Membaca Tahlil (Laa ilaha illallah)</li>
</ul>
<p>Nah, sahabat, marilah kita tidak menyia-nyiakan kesempatan menabung amal-shalih di bulan-bulan yang penuh barakah Allah ini&#8230;[]</p>
<p><strong>Referensi:</strong><br />
Keagungan Rajab dan Sya&#8217;ban,Abdul Manan bin H. Muhammad Sobari, Penerbit Republika, Jakarta, 2006.</p>
<p><strong>Sumber Gambar:</strong></p>
<p>1. <a href="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:2NhNu88kAmRZIM:http://dykapede.files.wordpress.com/2009/07/bulan-rajab.jpg">http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:2NhNu88kAmRZIM:http://dykapede.files.wordpress.com/2009/07/bulan-rajab.jpg</a></p>
<p>2. <a href="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:WbEFbDIzaSsGxM:http://i5.photobucket.com/albums/y156/semisaku/quran-de3.jpg">http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:WbEFbDIzaSsGxM:http://i5.photobucket.com/albums/y156/semisaku/quran-de3.jpg</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniakeluarga.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniakeluarga.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniakeluarga.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniakeluarga.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/duniakeluarga.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/duniakeluarga.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/duniakeluarga.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/duniakeluarga.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniakeluarga.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniakeluarga.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniakeluarga.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniakeluarga.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniakeluarga.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniakeluarga.wordpress.com/112/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniakeluarga.wordpress.com&amp;blog=12882084&amp;post=112&amp;subd=duniakeluarga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniakeluarga.wordpress.com/2010/05/30/rajab-adalah-bulan-allah-swt/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9edb11941902455295f5a25410ea99ec?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wawantbh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duniakeluarga.files.wordpress.com/2010/05/hilalbulan.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">hilal bulan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duniakeluarga.files.wordpress.com/2010/05/durratunnashihin2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">durratun nashihin2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ayat Tijarah &#8211; Perniagaan</title>
		<link>http://duniakeluarga.wordpress.com/2010/05/28/ayat-tijarah-perniagaan/</link>
		<comments>http://duniakeluarga.wordpress.com/2010/05/28/ayat-tijarah-perniagaan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 May 2010 10:14:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wawantbh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniakeluarga.wordpress.com/2010/05/28/ayat-tijarah-perniagaan/</guid>
		<description><![CDATA[Sahabats&#8230; Perniagaan, atau perdagangan yang dalam bahasa Al-Qurannya tijaroh adalah suatu bentuk kegiatan yang dilakukan oleh sebagian besar kita untuk menjemput rizki karunia Allah, Ar-Raazak. Al-Quran menyinggung tentang Tijaroh ini dalam beberapa ayatnya. Perniagaan Haqiqi &#160; &#8220;Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari adzab yang pedih? (yaitu) [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniakeluarga.wordpress.com&amp;blog=12882084&amp;post=109&amp;subd=duniakeluarga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img hspace="5" alt="pasar perahu" align="left" src="http://duniakeluarga.files.wordpress.com/2010/05/pasarperahu.jpg?w=145&#038;h=100" width="145" height="100" />Sahabats&#8230;</p>
<p>Perniagaan, atau perdagangan yang dalam bahasa Al-Qurannya tijaroh adalah suatu bentuk kegiatan yang dilakukan oleh sebagian besar kita untuk menjemput rizki karunia Allah, Ar-Raazak.</p>
<p>Al-Quran menyinggung tentang Tijaroh ini dalam beberapa ayatnya.</p>
<p><strong>Perniagaan Haqiqi</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p align="center"><img hspace="5" alt="61 10" src="http://duniakeluarga.files.wordpress.com/2010/05/61_10-1.gif?w=414&#038;h=91" width="414" height="91" /></p>
<p align="center"><img hspace="5" alt="61 11" src="http://duniakeluarga.files.wordpress.com/2010/05/61_11-1.gif?w=417&#038;h=91" width="417" height="91" /></p>
<p><em>&#8220;Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari adzab yang pedih?</em></p>
<p><em>(yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya,&#8221;</em> (TQS.61:10-11)</p>
<p><span id="more-109"></span>
<p><strong>Keutamaan Perniagaan yang Diniatkan Untuk Mensyukuri Nikmat Allah SWT.</strong></p>
<p>Untuk mengejewantahkan Perniagaan Hakiki tersebut, Allah SWT memberi tuntunan untuk ketika kita memutuskan memilih berniaga di dunia ini.</p>
<p><em>&#8220;Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan <strong>perniagaan</strong> yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.&#8221;</em> (TQS.4:29)</p>
<p><em>&#8220;Tidak ada dosa bagimu <strong>untuk mencari karunia (rezeki hasil perniagaan) dari Tuhanmu</strong>. Maka apabila kamu telah bertolak dari Arafah, berzikirlah kepada Allah di Masy`arilharam. Dan berzikirlah (dengan menyebut) Allah sebagaimana yang ditunjukkan-Nya kepadamu; dan sesungguhnya kamu sebelum itu benar-benar termasuk orang-orang yang sesat.&#8221;</em> (TQS.2:198)</p>
<p><em>&#8220;Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli/perniagaan. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.<strong>Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.</strong>Dan apabila mereka melihat perniagaan atau permainan, mereka bubar untuk menuju kepadanya dan mereka tinggalkan kamu sedang berdiri (berkhutbah). Katakanlah: &#8216;Apa yang di sisi Allah adalah lebih baik daripada permainan dan perniagaan&#8217;, dan Allah Sebaik-baik Pemberi rezeki.&#8221;</em> (TQS.62:9-11)</p>
<p>Rasulullah juga bersabda:</p>
<p><em>&#8220;Mencari rezeki yang halal adalah wajib sesudah menunaikan yang fardhu (seperti shalat, puasa, dll).&#8221;</em> (HR. Ath-Thabrani dan Al-Baihaqi)</p>
<p>
 <em>&#8220;Sesungguhnya Allah suka kepada hamba yang berkarya dan terampil (professional atau ahli). Barangsiapa bersusah-payah mencari nafkah untuk keluarganya maka dia serupa dengan seorang mujahid di jalan Allah Azza wajalla.&#8221;</em> (HR. Ahmad)
 </p>
<p><em>&#8220;Barangsiapa pada malam hari merasakan kelelahan dari upaya ketrampilan kedua tangannya pada siang hari maka pada malam itu ia diampuni oleh Allah.&#8221;</em> (HR. Ahmad)</p>
<p>
<em>&#8220;Sesungguhnya di antara dosa-dosa ada yang tidak bisa dihapus (ditebus) dengan pahala shalat, sedekah atau haji namun hanya dapat ditebus dengan kesusah-payahan dalam mencari nafkah.&#8221;</em> (HR. Ath-Thabrani)
 </p>
<p><em>&#8220;Sesungguhnya Allah Ta&#8217;ala senang melihat hambaNya bersusah payah (lelah) dalam mencari rezeki yang halal.&#8221;</em> (HR. Ad-Dailami)
 </p>
<p><em>&#8220;Seorang yang membawa tambang lalu pergi mencari dan mengumpulkan kayu bakar lantas dibawanya ke pasar untuk dijual dan uangnya digunakan untuk mencukupi kebutuhan dan nafkah dirinya maka itu lebih baik dari seorang yang meminta-minta kepada orang-orang yang terkadang diberi dan kadang ditolak.&#8221;</em> (Mutafaq&#8217;alaih/ HR Bukhari &amp; Muslim)
 </p>
<p><em>&#8220;Tiada makanan yang lebih baik daripada hasil usaha tangan sendiri.&#8221;</em> (HR. Bukhari)
 </p>
<p><em>&#8220;Apabila dibukakan bagi seseorang pintu rezeki maka hendaklah dia melestarikannya.&#8221;</em> (HR. Al-Baihaqi)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><u>Keterangan:</u></p>
<p>Yakni senantiasa bersungguh-sungguh dan konsentrasi di bidang usaha tersebut, serta jangan suka berpindah-pindah ke pintu-pintu rezeki lain atau berpindah-pindah usaha karena di khawatirkan pintu rezeki yang sudah jelas dibukakan tersebut menjadi hilang dari genggaman karena kesibukkan nya mengurus usaha yang lain. Seandainya memang mampu maka hal tersebut tidak mengapa.
 </p>
<p><em>&#8220;Seusai shalat fajar (subuh) janganlah kamu tidur sehingga melalaikan kamu untuk mencari rezeki.&#8221;</em> (HR. Ath-Thabrani)<br />
 <em>&#8220;Bangunlah pagi hari untuk mencari rezeki dan kebutuhan-kebutuhanmu. Sesungguhnya pada pagi hari terdapat barokah dan keberuntungan.&#8221;</em> (HR. Ath-Thabrani dan Al-Bazzar)<br />
 <em>&#8220;Ya Allah, berkahilah umatku pada waktu pagi hari mereka (bangun fajar).&#8221;</em> (HR. Ahmad)<br />
 <em>&#8220;Barangsiapa menghidupkan lahan mati maka lahan itu untuk dia.&#8221;</em> (HR. Abu Dawud dan Aththusi)</p>
<p>
<u>Keterangan:</u></p>
<p>Hal tersebut khusus untuk lahan atau tanah kosong yang tidak ada pemiliknya. Jika lahan atau tanah kosong tersebut ada pemiliknya maka tidak boleh diambil dengan jalan yang bathil.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>&#8220;Carilah rezeki di perut bumi.&#8221;</em> (HR. Abu Ya&#8217;la)<br />
 <em>&#8220;Pengangguran menyebabkan hati keras (keji dan membeku).&#8221;</em> (HR. Asysyihaab)<br />
 <em>&#8220;Allah memberi rezeki kepada hambaNya sesuai dengan kegiatan dan kemauan kerasnya serta ambisinya.&#8221;</em> (HR. Aththusi)<br />
<em>&#8220;Mata pencaharian paling afdhol adalah berjualan dengan penuh kebajikan dan dari hasil keterampilan tangan.&#8221;</em> (HR. Al-Bazzar dan Ahmad)<br />
<strong> </strong></p>
<p><strong>Etika Dalam Perniagaan<img hspace="5" alt="timbangan1" align="right" src="http://duniakeluarga.files.wordpress.com/2010/05/timbangan1.jpg?w=112&#038;h=125" width="112" height="125" /></strong></p>
<p><em>&#8220;Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan).Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu.Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu.&#8221;</em> (TQS.55:7-9)</p>
<p><em>&#8220;Dan janganlah kamu dekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfaat, hingga sampai ia dewasa. Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar kesanggupannya. Dan apabila kamu berkata, maka hendaklah kamu berlaku adil kendati pun dia adalah kerabat (mu), dan penuhilah janji Allah. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu ingat,&#8221;</em> (TQS.6:152)</p>
<p><em>&#8220;Dan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar dan timbanglah dengan neraca yang benar. Itulah yang lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.&#8221;</em> (TQS.17:35)</p>
<p><em>&#8220;Sempurnakanlah takaran dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang merugikan; dan timbanglah dengan timbangan yang lurus. Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di muka bumi dengan membuat kerusakan; dan bertakwalah kepada Allah yang telah menciptakan kamu dan umat-umat yang dahulu.&#8221;</em> (TQS.26:181-184)</p>
<p>Dalam hal kejujuran dalam perniagaan, Rasulullah saw. bersabda:</p>
<p><em>&#8220;Sebaik-baik mata pencaharian ialah hasil keterampilan tangan seorang buruh apabila dia jujur (ikhlas).&#8221;</em> (HR. Ahmad)<br />
<em>&#8220;Sesungguhnya Ruhul Qudus membisikkan dalam benakku bahwa jiwa tidak akan wafat sebelum lengkap dan sempurna rezekinya. Karena itu hendaklah kamu bertakwa kepada Allah dan memperbaiki mata pencaharianmu. Apabila datangnya rezeki itu terlambat, janganlah kamu memburunya dengan jalan bermaksiat kepada Allah karena apa yang ada di sisi Allah hanya bisa diraih dengan ketaatan kepada-Nya.&#8221;</em>  (HR. Abu Zar dan Al Hakim)</p>
<p>
<em>&#8220;Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang, (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi,dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi.&#8221;</em> (TQS.83:1-3)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Hutang Piutang</strong></p>
<p><em>&#8220;Hai orang-orang yang beriman, <strong>apabila kamu bermu`amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. Dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah telah mengajarkannya, maka hendaklah ia menulis, dan hendaklah orang yang berutang itu mengimlakan (apa yang akan ditulis itu), dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya, dan janganlah ia mengurangi sedikit pun daripada utangnya. Jika yang berutang itu orang yang lemah akalnya atau lemah (keadaannya) atau dia sendiri tidak mampu mengimlakan, maka hendaklah walinya mengimlakan dengan jujur.</strong> Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi dari orang-orang lelaki di antaramu). Jika tak ada dua orang lelaki, maka (boleh) seorang lelaki dan dua orang perempuan dari saksi-saksi yang kamu ridai, supaya jika seorang lupa maka seorang lagi mengingatkannya. Janganlah saksi-saksi itu enggan (memberi keterangan) apabila mereka dipanggil; dan janganlah kamu jemu menulis utang itu, baik kecil maupun besar sampai batas waktu membayarnya. Yang demikian itu, lebih adil di sisi Allah dan lebih dapat menguatkan persaksian dan lebih dekat kepada tidak (menimbulkan) keraguanmu, (Tulislah muamalahmu itu), kecuali jika muamalah itu perdagangan tunai yang kamu jalankan di antara kamu, maka tak ada dosa bagi kamu, (jika) kamu tidak menulisnya. Dan persaksikanlah apabila kamu berjual beli; dan janganlah penulis dan saksi saling sulit-menyulitkan. Jika kamu lakukan (yang demikian), maka sesungguhnya hal itu adalah suatu kefasikan pada dirimu. Dan bertakwalah kepada Allah; Allah mengajarmu; dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.&#8221;</em> (TQS.2:282)</p>
<p><em><strong>&#8220;Jika kamu dalam perjalanan (dan bermuamalah tidak secara tunai) sedang kamu tidak memperoleh seorang penulis, maka hendaklah ada barang tanggungan yang dipegang (oleh yang berpiutang). Akan tetapi jika sebagian kamu mempercayai sebagian yang lain, maka hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanahnya (utangnya) dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya; dan janganlah kamu (para saksi) menyembunyikan persaksian. Dan barang siapa yang menyembunyikannya, maka sesungguhnya ia adalah orang yang berdosa hatinya; dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.&#8221;</strong></em> (TQS.2:283)</p>
<p><em><strong>&#8220;Dan jika (orang berutang itu) dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan. Dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu, lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.&#8221;</strong></em> (TQS.2:280)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Persoalan Riba</strong></p>
<p><em>&#8220;Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa.&#8221;</em>(TQS.2:275)</p>
<p><em>&#8220;Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan. Dan peliharalah dirimu dari api neraka, yang disediakan untuk orang-orang yang kafir.&#8221;</em> (TQS.3:130-131)</p>
<p><em>&#8220;Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa. Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal shaleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertobat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.&#8221;</em>(TQS.2:276-279)</p>
<p><em>&#8220;Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar dia bertambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridaan Allah, maka (yang berbuat demikian) itulah orang-orang yang melipat gandakan (pahalanya).&#8221;</em> (TQS.30:39)</p>
<p><em>&#8220;dan disebabkan mereka memakan riba, padahal sesungguhnya mereka telah dilarang daripadanya, dan karena mereka memakan harta orang dengan jalan yang batil. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir di antara mereka itu siksa yang pedih.&#8221;</em> (TQS.4:161)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sahabats&#8230;</p>
<p>Bila kita cermati ayat Al-Quran maupun Hadits Rasululah di atas, kita dapat menyimpulkan beberapa hal:</p>
<p>a. Perniagaan adalah suatu bentuk interaksi sosial yang dihalalkan oleh Allah SWT, dan sebaiknya ditujukan dalam rangka mensyukuri nikmat Allah.</p>
<p>b. Perniagaan sebaiknya dilakukan atas dasar suka sama suka, tanpa paksaan.</p>
<p>c. Perniagaan, baik yang dilakukan secara tunai ataupun hutang piutang sebaiknya diatur secara adil dan menguntungkan kedua belah pihak.</p>
<p>d. Terlepas dari semua jenis perniagaan secara lahiriah antar manusia, Allah juga menawarkan suatu perniagaan yang akan menghasilkan keuntungan dunia dan akhirat kepada kaum mukminin, <strong>yaitu kita beriman kepada Allahdan Rasul-Nya, <em>dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu.</em></strong></p>
<p>Referensi:</p>
<p>1. Al-Quran</p>
<p>2. 1100 Hadits Terpilih (Sinar Ajaran Muhammad) &#8211; Dr. Muhammad Faiz Almath &#8211; Gema Insani Press</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sumber Gambar:</p>
<p>1. <a href="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:rN2Ru7fJ3slVZM:http://ariajaya80.files.wordpress.com/2009/04/pasar_apung01.jpg">http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:rN2Ru7fJ3slVZM:http://ariajaya80.files.wordpress.com/2009/04/pasar_apung01.jpg</a></p>
<p>2. <a href="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:cwVDGj__GS4XzM:http://3.bp.blogspot.com/_nLinirq7myg/SOtSwuNXOZI/AAAAAAAAAAM/wrbuT3dejI0/s320/neraca.jpg">http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:cwVDGj__GS4XzM:http://3.bp.blogspot.com/_nLinirq7myg/SOtSwuNXOZI/AAAAAAAAAAM/wrbuT3dejI0/s320/neraca.jpg</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniakeluarga.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniakeluarga.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniakeluarga.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniakeluarga.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/duniakeluarga.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/duniakeluarga.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/duniakeluarga.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/duniakeluarga.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniakeluarga.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniakeluarga.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniakeluarga.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniakeluarga.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniakeluarga.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniakeluarga.wordpress.com/109/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniakeluarga.wordpress.com&amp;blog=12882084&amp;post=109&amp;subd=duniakeluarga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniakeluarga.wordpress.com/2010/05/28/ayat-tijarah-perniagaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9edb11941902455295f5a25410ea99ec?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wawantbh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duniakeluarga.files.wordpress.com/2010/05/pasarperahu.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pasar perahu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duniakeluarga.files.wordpress.com/2010/05/61_10-1.gif" medium="image">
			<media:title type="html">61 10</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duniakeluarga.files.wordpress.com/2010/05/61_11-1.gif" medium="image">
			<media:title type="html">61 11</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duniakeluarga.files.wordpress.com/2010/05/timbangan1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">timbangan1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Anamta Alaihim &#8211; Golongan Yang Engkau beri Nikmat</title>
		<link>http://duniakeluarga.wordpress.com/2010/05/21/anamta-alaihim-golongan-yang-engkau-beri-nikmat/</link>
		<comments>http://duniakeluarga.wordpress.com/2010/05/21/anamta-alaihim-golongan-yang-engkau-beri-nikmat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 May 2010 23:35:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wawantbh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniakeluarga.wordpress.com/2010/05/21/anamta-alaihim-golongan-yang-engkau-beri-nikmat/</guid>
		<description><![CDATA[oleh: Tim Mentor Yayasan Islam Paramartha Salaam Sahabats&#8230; Dalam QS Al-Fatihah ayat-7, Allah SWT menyatakan bahwa Shirath al-Mustaqiim adalah &#8220;jalan orang-orang yang diberi ni&#8217;mat (shirathal ladzina &#8216;anamta alaihim).&#8221; Sekali lagi, mengingat hakikat insan adalah jiwanya, maka ni&#8217;mat di sini selain bersifat jasadiah/lahiriah tentu yang lebih utama bagi jiwa-jadi nafsaniah sifatnya. Mengenai siapa saja, serta pemeringkatan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniakeluarga.wordpress.com&amp;blog=12882084&amp;post=104&amp;subd=duniakeluarga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img hspace="5" alt="shalat jamaah1" align="left" src="http://duniakeluarga.files.wordpress.com/2010/05/shalatjamaah1.jpg?w=141&#038;h=96" width="141" height="96" /></p>
<p>oleh: Tim Mentor Yayasan Islam Paramartha</p>
<p>Salaam Sahabats&#8230;</p>
<p>Dalam QS Al-Fatihah ayat-7, Allah SWT menyatakan bahwa Shirath al-Mustaqiim adalah &#8220;<strong>jalan orang-orang yang diberi ni&#8217;mat <em>(shirathal ladzina &#8216;anamta alaihim)</em></strong>.&#8221; Sekali lagi, mengingat hakikat insan adalah jiwanya, maka ni&#8217;mat di sini selain bersifat jasadiah/lahiriah <strong>tentu yang lebih utama bagi jiwa-jadi nafsaniah sifatnya.</strong></p>
<p>Mengenai siapa saja, serta pemeringkatan dari mereka yang diberi ni&#8217;mat inilah yang dinyatakan dalam QS An-Nisaa&#8217; [4]: 69.</p>
<p align="center"><em><img hspace="5" alt="4 69" src="http://duniakeluarga.files.wordpress.com/2010/05/4_69.gif?w=412&#038;h=93" width="412" height="93" /></em></p>
<p><em>&#8220;Dan barangsiapa yang menta&#8217;ati Allah dan Rasul(-Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: <strong>Nabi, para shiddiiqiin, syuhada dan shalihiin.</strong> Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.&#8221;</em> (TQS.4:69)</p>
<p><span id="more-104"></span>
<p>
<strong>Nabi, Shiddiqiin, Syuhada dan Shalihiin adalah para insan yang berada di Shirath al-Mustaqiim. Ini adalah istilah-istilah Al-Qur&#8217;an yang menunjukkan menyatakan tingkat kesucian jiwa (nafs).</strong></p>
<p>Untuk memperoleh derajat yang demikian itu -selain peringkat nabi- kita hendaknya selalu jihad an-nafs (berjuang mengendalikan diri) menuju Tuhan-nya.</p>
<p>Pada kesempatan ini, kita mulai mengkaji karakteristik dari mereka yang sungguh-sungguh Allah perjalankan di Shirah al-Mustaqiim.</p>
<p><strong>Shalihiin</strong><br />
Shalihiin didefinisikan Al-Qur&#8217;an dalam QS Al-Ankabut[29]: 9,</p>
<p><em>&#8220;Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh benar-benar akan Kami masukkan mereka ke dalam (golongan) Shalihiin.&#8221;</em></p>
<p>Shalihiin = iman + amal-sholeh, dimana:<br />
IMAN   =  pantulan nur-iman dari Al-Mukmin,<br />
AMAL = yang diperintahkan Rukun Islam,<br />
SHALEH  = amal itu dikerjakan sewaktu qalbu-nya tidak-fasad/rusak</p>
<p><strong>1) Iman</strong></p>
<p>Iman adalah Cahaya yang Allah limpahkan ke qalb yang bersih dari dosa, bersihnya qalb karena hamba tersebut karena berhasil ditaubatkan secara haqq.
 </p>
<p>Ilustrasi ini, menggambarkan proses taubat yang dilalui, untuk meraih iman:<br />
<strong>o Tahap I, qalb masih penuh kotoran.</strong><br />
Pada tahap ini kita melaksanakan taubat awal, lalu diberi iman-awal oleh Allah Sang Pemberi-Iman untuk modal-awal pembersihan.</p>
<p>Allah memberi nama Surat ke 40 dari Al-Qur&#8217;an Allah dengan salah satu nama-Nya, Al-Mukmin, yang bermakna Pemilik Iman. Jadi tidak ada manusia yang memiliki iman kalau tidak disinarkan-Nya cahaya iman. Tidak ada manusia yang memiliki imannya sendiri, tapi hanya memantulkan Cahaya Iman al-Mukmin.</p>
<p><strong>o Tahap II, sebagian qalb mulai bersih.</strong><br />
Tahap selanjutnya dari seseorang yang mulai ditaubatkan, sewaktu ia mulai berupaya berbuat-baik dan mencoba melaksanakan petunjuk, maka sebagian qalb mulai dibersihkan.</p>
<p>Pada tahap ini terjadi gempuran-gempuran ujian pada kita, yang pada hakikatnya Allah rancang untuk meluaskan qalb kita. Kegelapan yang semula menghuni qalb terusir ke luar. Gempuran-gempuran seperti ini, secara umum diistilahkan sebagai musibah.</p>
<p>Kita menganggap konotasi musibah sebagai sesuatu yang buruk adanya. <strong>QS At-Taghabun [64]: 11</strong>, menyatakan bahwa <em>&#8220;Tiada sesuatu musibahpun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah …&#8221;</em> Maka apa saja yang dialami seseorang dalam pertaubatannya adalah  karena Rahmat-Nya.</p>
<p>Sementara QS Ali &#8216;Imran [3]: 191 menyatakan <em>&#8220;…tiada dalam ciptaan sesuatu yang bathil…&#8221;</em>.  Jelaslah bahwa kehadiran musibah menjumpai seseorang itu terjadi dengan seizin-Nya. Dengan pernyataan ini, jelaslah kehadiran musibahpun, sesuatu yang Allah hadirkan-dan karenanya bermanfaat bagi diri kita-walaupun  bertentangan dengan selera jasadiyah kita.</p>
<p>Musibah juga merupakan alat untuk menguji ketaatan seorang insan kepada Rabb-nya. Seringkali mereka yang di Shirath al-Mustaqiim mencontohkan dengan adab mereka sendiri untuk berdo&#8217;a sewaktu datang musibah, yang kurang-lebih artinya: <em>&#8220;Berilah aku yang baik menurut-Mu dan berilah aku kekuatan untuk menerima ketetapan-Mu&#8221;</em>.</p>
<p><strong>Mereka tidak mau melarikan diri dari ketetapan apapun yang datang. Al-Qur&#8217;an suci mencontohkan riwayat banyak orang suci yang memperlihatkan kesabarannya sewaktu dihampiri musibah.</strong></p>
<p>
<strong>o Tahap III, kepada qalb yang bersih ditebar benih iman.<br /></strong>Setelah qalbu bersih, maka ditebari dengan benih-benih iman, lalu disinari dengan Cahaya Iman, terjalinlah hubungan dengan Allah.<br />
<em> &#8220;… Dan barangsiapa yang beriman billah, niscaya Dia akan memberi petunjuk ke qalbunya&#8221;</em> (QS At-Taghabun [64]: 11).</p>
<p><strong>2) Amal</strong><br />
Amal dilaksanakan dengan panduan ilmu. <strong>Amal yang paling afdal adalah ilmu mengenai Allah ta&#8217;ala.</strong> Pelaksanaan amal dilandasi oleh Rukun Islam. Ada baikny kita pererhatikan pula Hadits Qudsi mengenai amal fardhu dan nawafil.</p>
<p><strong>3) Shaleh</strong><br />
Lawannya adalah fasad yang berarti rusak. <strong>Wajah yang dihadapkan sang hamba pada khaliknya adalah qalb-nya.</strong> Jika qalb ini shaleh maka shaleh-lah keseluruhan dirinya. Jika fasad maka fasad-lah keseluruhannya.</p>
<p>Shalihiin adalah insan yang beriman, ada cahaya dari Ilahi yang dilimpahkan dan dipantulkan oleh qalbu yang suci. Terjalinlah jaringan komunikasi dengan Allah, turunlah petunjuk (hudan) melalui media nur-&#8217;iman. Dengan landasan hudan itu, ia beramal.</p>
<p>Dapat kita simpulkan, bahwa <em>&#8220;ihdinash shirath al-mustaqiiim&#8221;</em> (QS Al-Fatihah [1]: 6), yang dimohonkan kepada-Nya minimal sebanyak 17 x sehari-semalam dalam shalat, adalah permohonan agar setidak-tidaknya dimasukkan menjadi golongan Shalihiin.</p>
<p>
<strong>Syuhada<br /></strong>Syuhada berada satu peringkat lebih tinggi daripada kaum Shalihiin. Allah menjelaskan tentang golongan ini pada QS.Al-Hadid [57]: 19,</p>
<p><em>&#8220;Dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, mereka itu orang-orang Shiddiqien dan Syuhada (orang-orang yang menjadi saksi) di sisi Rabb mereka. Bagi mereka pahala dan cahaya mereka. Dan orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni-penghuni neraka.&#8221;</em> (TQS.57:19)</p>
<p>adalah orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Peringkat ini berkaitan dengan persaksian primoridal nafs di :</p>
<p><em>&#8220;Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): <strong>&#8220;Bukankah Aku ini Tuhanmu?&#8221; Mereka menjawab: &#8220;Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi&#8221;.</strong> (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: &#8220;Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)&#8221;</em> (TQS.7: 172), yaitu persoalan dipikulnya amanah seperti yang tersurat dalam QS. [33]: 72.</p>
<p><em>&#8220;Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanah kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanah itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanah itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat dzalim dan amat bodoh.&#8221;</em> (TQS.33:72)</p>
<p>Inilah peringkat orang yang setidak-tidaknya:</p>
<ul>
<li>
<div>mampu menjadi saksi tentang keberadaan Allah;</div>
</li>
<li>
<div>sudah mengetahui-kembali persaksiannya di alam-alastu;</div>
</li>
<li>
<div>mempersaksikan al-haqq dibalik sesuatu, tidak ada sesuatupun dalam penciptaan yang bathil (QS Ali &#8216;Imran [3]: 191).</div>
</li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Shiddiqiin<br /></strong>Shiddiqiin merupakan peringkat yang lebih tinggi daripada syuhada, didefinisikan Al-Qur&#8217;an dalam Al Hujurat [49]: 15:</p>
<p><em>&#8220;Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itulah Shiddiqiin&#8221;.</em> (TQS.49:15)</p>
<p>Shiddiqiin adalah Syuhada yang telah bekerja dengan &#8220;nur-ilmunya&#8221; di dunia ini. Bersama dengan golongan &#8220;Nabi&#8221; kaum &#8220;Shiddiqiin&#8221; disebut kaum yang dekat <em>&#8220;qarib&#8221;</em> kepada Allah.</p>
<p><strong>Nabi<br /></strong>Pengertian Nabi dijelaskan dalam QS Al Ahzab [33]: 45 &#8211; 47, sebagai berikut:<br />
<em>&#8220;Hai Nabi, sesungguhnya <strong>Kami mengutusmu untuk jadi saksi</strong>, dan <strong>pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan,</strong><br />
 <strong>dan untuk jadi penyeru kepada agama Allah dengan izin-Nya</strong> dan <strong>untuk jadi cahaya yang menerangi</strong> &#8220;.<br />
&#8220;Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang mu&#8217;min bahwa sesungguhnya bagi mereka karunia yang besar dari Allah&#8221;.</em></p>
<p>(TQS.33:45-47)</p>
<p>Itulah fungsi para Nabi as. bagi makhluk lainnya. <strong>Semua nabi dan rasul berada dalam kepemimpinan Rasulullah Muhammad s.a.w.</strong>, sebagaimana ditunjukkan dalam jama&#8217;ah merka sewaktu shalat bersama dalam peristiwa mi&#8217;raj. Maka apa-apa yang mereka tampilkan dalam kiprah mereka sewaktu berada di dunia adalah seizin dan dalam kehendak Allah ta&#8217;ala belaka.</p>
<p>Adanya tuduhan, sekalipun hanya didalam hati kita, mengenai sikap atau tindakan seorang nabi yang kita pandang dengan negatif merupakan hambatan yang mencegahnya dimasukkan kita dalam golongan yang disebut dalam QS An Nisaa&#8217; [4]: 69. Karena tidaklah mungkin kita dimasukkan dalam suatu kelompok dimana ada diantara anggotanya-yang semuanya Allah angkat-yang masih buruk dalam persangkaan kita.</p>
<p>
Bershalawat kepada Nabi s.a.w, merupakan suatu usaha agar kita Allah masukkan menjadi kaum Nabi Muhammad saw. Usaha untuk menghubungkan diri dengan Nabi saw, dengan menjadikan beliau sebagai teladan kita, sehingga Nabi Muhammad saw. berkenan memberikan syafaatnya. <img hspace="5" alt="Allah Muhammad 1" align="right" src="http://duniakeluarga.files.wordpress.com/2010/05/allahmuhammad1-1.jpg?w=135&#038;h=128" width="135" height="128" /></p>
<p>Dengan kata lain, bershalawat adalah suatu doa serta komitmen untuk menjadikan teladan Rasulullah s.a.w. sebagai patron atau alat cetak pembentuk karakteristik kepribadian kita. Teladan yang tertulis di dalam Al-Qur&#8217;an adalah kiprah dan jihad para nabi dan rasul dalam bertaubat dan ditransformasikan jiwanya sewaktu ditarik kepada Allah.</p>
<p>Semakin tinggi peringkat kesucian jiwa seseorang dalam golongan mereka yang diberi nikmat, maka rasa jiwa akan semakin halus. Karenanya, semakin halus pula tingkat dosanya.  Demikian pula semakin ditarik kepada Allah, semakin besar ujian yang akan datang. Perlu kita sadari bahwa orang yang dicintai Allah, akan diselimuti-Nya seperti seorang ibu menyelimuti anaknya. <strong>Allah akan menyelimuti orang tersebut dengan berbagai musibah dan ujian, untuk mencegahnya dihinggapi oleh hal-hal yang tidak Allah cintai.</strong> <em>Wallahu a&#8217;lam bi shawwab.</em> []</p>
<p>
Referensi:</p>
<p>1. Al-Quran</p>
<p>2. Materi Kajian Serambi Suluk, Tim Mentor Yayasan Islam Paramartha.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sumber Gambar:</p>
<p>1. <a href="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:t1ozg_QjZ6EWWM:http://isyraq.files.wordpress.com/2010/01/shalat.jpg">http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:t1ozg_QjZ6EWWM:http://isyraq.files.wordpress.com/2010/01/shalat.jpg</a></p>
<p>2. <a href="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:O_yJ-YM-_sXO_M:http://totopribadi.files.wordpress.com/2009/11/kaligrafi5.jpg">http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:O_yJ-YM-_sXO_M:http://totopribadi.files.wordpress.com/2009/11/kaligrafi5.jpg</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniakeluarga.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniakeluarga.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniakeluarga.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniakeluarga.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/duniakeluarga.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/duniakeluarga.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/duniakeluarga.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/duniakeluarga.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniakeluarga.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniakeluarga.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniakeluarga.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniakeluarga.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniakeluarga.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniakeluarga.wordpress.com/104/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniakeluarga.wordpress.com&amp;blog=12882084&amp;post=104&amp;subd=duniakeluarga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniakeluarga.wordpress.com/2010/05/21/anamta-alaihim-golongan-yang-engkau-beri-nikmat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9edb11941902455295f5a25410ea99ec?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wawantbh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duniakeluarga.files.wordpress.com/2010/05/shalatjamaah1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">shalat jamaah1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duniakeluarga.files.wordpress.com/2010/05/4_69.gif" medium="image">
			<media:title type="html">4 69</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duniakeluarga.files.wordpress.com/2010/05/allahmuhammad1-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Allah Muhammad 1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ayat Liqo&#8217; Allah</title>
		<link>http://duniakeluarga.wordpress.com/2010/05/19/ayat-liqo-allah/</link>
		<comments>http://duniakeluarga.wordpress.com/2010/05/19/ayat-liqo-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 May 2010 00:31:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wawantbh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniakeluarga.wordpress.com/2010/05/19/ayat-liqo-allah/</guid>
		<description><![CDATA[Salaam Sahabats&#8230; Al-Quran, sebagai sumber segala sumber informasi yang haq, ternyata memberitakan dengan cukup jelas tentang Liqo&#8217; Allah (pertemuan kita dengan Allah SWT). Apakah itu? Bagaimana sikap kita sebaiknya mempersiapkan hal besar tersebut? Marilah kita renungkan ayat-ayat berikut&#8230; &#160; &#8220;Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas Arasy, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniakeluarga.wordpress.com&amp;blog=12882084&amp;post=100&amp;subd=duniakeluarga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img hspace="5" alt="sujud 5" align="left" src="http://duniakeluarga.files.wordpress.com/2010/05/sujud5.jpg?w=240&#038;h=173" width="240" height="173" />Salaam Sahabats&#8230;</p>
<p>Al-Quran, sebagai sumber segala sumber informasi yang haq, ternyata memberitakan dengan cukup jelas tentang Liqo&#8217; Allah (pertemuan kita dengan Allah SWT).</p>
<p>Apakah itu? Bagaimana sikap kita sebaiknya mempersiapkan hal besar tersebut?</p>
<p>Marilah kita renungkan ayat-ayat berikut&#8230;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p align="center"><img hspace="5" alt="13 2" src="http://duniakeluarga.files.wordpress.com/2010/05/13_2-1.gif?w=418&#038;h=135" width="418" height="135" /></p>
<p><em>&#8220;Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Rabb-mu.&#8221;</em> (TQS.13:2)</p>
<p><span id="more-100"></span>
<p align="center"><em><img hspace="5" alt="29 5" src="http://duniakeluarga.files.wordpress.com/2010/05/29_5.gif?w=392&#038;h=59" width="392" height="59" /></em></p>
<p><em>&#8220;Barang siapa yang mengharap pertemuan dengan Allah, maka sesungguhnya waktu (yang dijanjikan) Allah itu, pasti datang. Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.&#8221;</em> (TQS.29:5)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p align="center"><em><img hspace="5" alt="6 154" src="http://duniakeluarga.files.wordpress.com/2010/05/6_154.gif?w=416&#038;h=89" width="416" height="89" /></em></p>
<p><em>&#8220;Kemudian Kami telah memberikan Al Kitab (Taurat) kepada Musa untuk menyempurnakan (ni`mat Kami) kepada orang yang berbuat kebaikan, dan untuk menjelaskan segala sesuatu dan sebagai petunjuk dan rahmat, agar mereka beriman (bahwa) mereka akan menemui Tuhan mereka.&#8221;</em> (TQS.6:154)</p>
<p><img hspace="5" alt="berdoa 3" align="right" src="http://duniakeluarga.files.wordpress.com/2010/05/berdoa3.jpg?w=240&#038;h=183" width="240" height="183" /></p>
<p><strong>Apa Yang Seharusnya kita Lakukan jika Mengharapkan Pertemuan dengan Allah SWT?</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p align="center"><em><img hspace="5" alt="18 110" src="http://duniakeluarga.files.wordpress.com/2010/05/18_110.gif?w=418&#038;h=126" width="418" height="126" /></em></p>
<p><em>&#8220;Katakanlah: &#8220;Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: &#8220;Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan Yang Esa&#8221;. Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka <strong>hendaklah ia mengerjakan amal yang shaleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya&#8221;.</strong></em> (TQS.18:110)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Bagaimana Nasib Mereka Yang Mendustakan Pertemuan dengan Allah SWT?</strong></p>
<p align="center"><em><img hspace="5" alt="6 31" src="http://duniakeluarga.files.wordpress.com/2010/05/6_31.gif?w=414&#038;h=127" width="414" height="127" /></em></p>
<p><em>&#8220;Sungguh telah rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Allah; sehingga apabila kiamat datang kepada mereka dengan tiba-tiba, mereka berkata:</em> <em>&#8220;Alangkah besarnya penyesalan kami terhadap kelalaian kami tentang kiamat itu!&#8221;, sambil mereka memikul dosa-dosa di atas punggungnya. Ingatlah, amatlah buruk apa yang mereka pikul itu.&#8221;</em> (TQS.6:31)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p align="center"><em><img hspace="5" alt="10 45" src="http://duniakeluarga.files.wordpress.com/2010/05/10_45.gif?w=416&#038;h=90" width="416" height="90" /></em></p>
<p><em>&#8220;Dan (ingatlah) akan hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka, (mereka merasa di hari itu) seakan-akan mereka tidak pernah berdiam (di dunia) hanya sesaat saja di siang hari (di waktu itu) mereka saling berkenalan. Sesungguhnya rugilah orang-orang <strong>yang mendustakan pertemuan mereka dengan Allah dan mereka tidak mendapat petunjuk.</strong>&#8220;</em> (TQS.10:45)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Nah, sahabats&#8230;</p>
<p>Sekarang berpulang kepada kita bagaimana mensikapinya, semoga Allah senantiasa membimbing kita. Amin.[]</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Referensi:</p>
<p>Mu&#8217;zam Al-Muhfahras Al-Quran.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sumber Gambar:</p>
<p>1. <a href="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:kLgaviaKFEO5zM:http://4rdysama.files.wordpress.com/2009/12/sujud1.jpg">http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:kLgaviaKFEO5zM:http://4rdysama.files.wordpress.com/2009/12/sujud1.jpg</a></p>
<p>2. <a href="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:eSmYfN5iDIQysM:http://baiturrahmanvni.files.wordpress.com/2007/12/berdoa.jpg">http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:eSmYfN5iDIQysM:http://baiturrahmanvni.files.wordpress.com/2007/12/berdoa.jpg</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniakeluarga.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniakeluarga.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniakeluarga.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniakeluarga.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/duniakeluarga.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/duniakeluarga.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/duniakeluarga.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/duniakeluarga.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniakeluarga.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniakeluarga.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniakeluarga.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniakeluarga.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniakeluarga.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniakeluarga.wordpress.com/100/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniakeluarga.wordpress.com&amp;blog=12882084&amp;post=100&amp;subd=duniakeluarga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniakeluarga.wordpress.com/2010/05/19/ayat-liqo-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9edb11941902455295f5a25410ea99ec?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wawantbh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duniakeluarga.files.wordpress.com/2010/05/sujud5.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sujud 5</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duniakeluarga.files.wordpress.com/2010/05/13_2-1.gif" medium="image">
			<media:title type="html">13 2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duniakeluarga.files.wordpress.com/2010/05/29_5.gif" medium="image">
			<media:title type="html">29 5</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duniakeluarga.files.wordpress.com/2010/05/6_154.gif" medium="image">
			<media:title type="html">6 154</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duniakeluarga.files.wordpress.com/2010/05/berdoa3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">berdoa 3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duniakeluarga.files.wordpress.com/2010/05/18_110.gif" medium="image">
			<media:title type="html">18 110</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duniakeluarga.files.wordpress.com/2010/05/6_31.gif" medium="image">
			<media:title type="html">6 31</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duniakeluarga.files.wordpress.com/2010/05/10_45.gif" medium="image">
			<media:title type="html">10 45</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Keberserah-dirian</title>
		<link>http://duniakeluarga.wordpress.com/2010/05/13/keberserah-dirian/</link>
		<comments>http://duniakeluarga.wordpress.com/2010/05/13/keberserah-dirian/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 May 2010 17:49:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wawantbh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniakeluarga.wordpress.com/2010/05/13/keberserah-dirian/</guid>
		<description><![CDATA[Sahabats&#8230; Keberserah-dirian adalah suatu prinsip yang paling mudah disebut, tetapi paling sulit disampaikan. Ia bukanlah sebuah pengertian yang dapat kita ambil dari orang lain, melainkan sesuatu yang harus kita cari sendiri oleh masing-masing kita. Al-Quran memandu kita dengan membentangkan contoh-contoh keberserah-dirian dari mereka yang dididik Allah. Para nabi dan orang-orang suci yang merupakan teladan bagi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniakeluarga.wordpress.com&amp;blog=12882084&amp;post=91&amp;subd=duniakeluarga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img hspace="5" alt="sujud 1" align="left" src="http://duniakeluarga.files.wordpress.com/2010/05/sujud1.jpg?w=126&#038;h=101" width="126" height="101" />Sahabats&#8230;</p>
<p>Keberserah-dirian adalah suatu prinsip yang paling mudah disebut, tetapi paling sulit disampaikan. Ia bukanlah sebuah pengertian yang dapat kita ambil dari orang lain, melainkan sesuatu yang harus kita cari sendiri oleh masing-masing kita.</p>
<p>Al-Quran memandu kita dengan membentangkan contoh-contoh keberserah-dirian dari mereka yang dididik Allah. Para nabi dan orang-orang suci yang merupakan teladan bagi manusia itu-tanpa kecuali-semuanya berserah-diri.</p>
<p>Marilah kita merenunginya&#8230;</p>
<p align="center"><em><img hspace="5" alt="4 125" src="http://duniakeluarga.files.wordpress.com/2010/05/4_125.gif?w=416&#038;h=88" width="416" height="88" /></em></p>
<p><em>&#8220;Dan siapakah yang lebih baik diin-nya daripada orang yang menyerahkan wajahnya kepada Allah, dan ia seorang muhsinun dan mengikuti milah Ibrahim yang hanif, dan Allah telah mengambil Ibrahim sebagai khalil-Nya.&#8221;<br /></em>(TQS.4:125).</p>
<p><span id="more-91"></span>
<p align="center"><em><img hspace="5" alt="41 11" src="http://duniakeluarga.files.wordpress.com/2010/05/41_11.gif?w=408&#038;h=93" width="408" height="93" /></em></p>
<p><em>&#8220;Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih berupa asap, lalu Dia bersabda kepadanya dan kepada bumi: &#8216;Datanglah kalian dengan suka-hati atau terpaksa.&#8217; Keduanya menjawab: &#8216;kami datang dengan suka-hati.&#8217;&#8221;</em> (TQS.41:11)</p>
<p align="center"><em><img hspace="5" alt="3 83" src="http://duniakeluarga.files.wordpress.com/2010/05/3_83.gif?w=417&#038;h=92" width="417" height="92" /></em></p>
<p><em>&#8220;Maka apakah mereka mencari selain diin Allah, padahal berserah-diri (aslama) segala sesuatu di lelangit dan bumi dengan suka-hati ataupun terpaksa, dan kepada Allahlah mereka dikembalikan.&#8221;</em> (TQS.3:83).</p>
<p align="center"><em><img hspace="5" alt="6 125" src="http://duniakeluarga.files.wordpress.com/2010/05/6_125.gif?w=420&#038;h=122" width="420" height="122" /></em></p>
<p><em>&#8220;Barang siapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia membuka shudur/dadanya untuk berserah-diri/aslama. Dan barang siapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki ke langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.&#8221;</em> (TQS.6:125)</p>
<p>Tentang ayat 6:125 di atas ada keterangan dari hadits Rasulullah saw. ini:</p>
<p>Tatkala Rasulullah saw. membaca firman Allah Ta&#8217;ala:<br />
<em>&#8220;Barangsiapa dikehendaki Allah memberi petunjuk kepadanya,<br />
 niscaya Dia membuka shudur/dadanya untuk berserah diri…&#8221; </em></p>
<p>Lalu orang bertanya kepada Nabi s.a.w., &#8220;Apakah <strong>pembukaan</strong> itu?&#8221; <img hspace="5" alt="sufi-berzikir-mendekati-allah" align="right" src="http://duniakeluarga.files.wordpress.com/2010/05/sufi-berzikir-mendekati-allah.jpg?w=240&#038;h=297" width="240" height="297" /><br />
Nabi s.a.w. menjawab, <strong>&#8220;Sesungguhnya cahaya (nuur) itu apabila diletakkan dalam qalb, maka terbukalah dada (shudur) menerima nuur tersebut dengan seluas-luasnya.&#8221;</strong><br />
Berkata lagi orang itu, <strong>&#8220;Adakah tanda-tandanya?&#8221;<br /></strong>Nabi s.a.w. menjawab, &#8220;Ya, ada! <strong>Merenggangkan diri dari negeri tipu daya, kembali ke negeri kekal dan bersedia untuk mati sebelum datangnya mati.&#8221;<br /></strong></p>
<p align="center"><em><img hspace="5" alt="39 22" src="http://duniakeluarga.files.wordpress.com/2010/05/39_22.gif?w=430&#038;h=92" width="430" height="92" /></em></p>
<p><em>&#8220;Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk berserah-diri/aslama lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang membatu hatinya)? Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.&#8221;</em> (TQS.39:22)</p>
<p align="center"><em><img hspace="5" alt="3 84" src="http://duniakeluarga.files.wordpress.com/2010/05/3_84.gif?w=415&#038;h=126" width="415" height="126" /></em></p>
<p><em>&#8220;Katakanlah kami beriman billah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma&#8217;il dan Ishaq, dan Ya&#8217;qub dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa dan para nabi dari Tuhan mereka, tidaklah Kami membedak-bedakan seorang pun diantara mereka. Dan kepada-Nya lah kami berserah-diri.&#8221;<br /></em>(TQS.3: 84).</p>
<p>Nah Sahabats, setelah merenungkan ayat-ayat tentang berserah-diri, marilah kita sempurnakan Ad-Din kita dengan berjuang untuk dapat berserah-diri kepada Allah SWT, tentu sambil kita senantiasa mohon pertolongan-Nya.</p>
<p><em>Wallahu a&#8217;lam bi shawwab.</em>[]</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Referensi:</p>
<p>1. Al-Quran</p>
<p>2. Materi Kajian Serambi Suluk Yayasan Islam Paramartha, Tim Mentor YIP, Bandung, 2003.</p>
<p>Sumber Gambar:</p>
<p>1. <a href="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:hbxr6Ti_2tsNMM:http://intsia.files.wordpress.com/2009/03/sujud08.jpg">http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:hbxr6Ti_2tsNMM:http://intsia.files.wordpress.com/2009/03/sujud08.jpg</a></p>
<p>2. <a href="http://gusrachmat.files.wordpress.com/2009/09/sufi-berzikir-mendekati-allah.jpg">http://gusrachmat.files.wordpress.com/2009/09/sufi-berzikir-mendekati-allah.jpg</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniakeluarga.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniakeluarga.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniakeluarga.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniakeluarga.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/duniakeluarga.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/duniakeluarga.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/duniakeluarga.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/duniakeluarga.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniakeluarga.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniakeluarga.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniakeluarga.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniakeluarga.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniakeluarga.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniakeluarga.wordpress.com/91/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniakeluarga.wordpress.com&amp;blog=12882084&amp;post=91&amp;subd=duniakeluarga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniakeluarga.wordpress.com/2010/05/13/keberserah-dirian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9edb11941902455295f5a25410ea99ec?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wawantbh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duniakeluarga.files.wordpress.com/2010/05/sujud1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sujud 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duniakeluarga.files.wordpress.com/2010/05/4_125.gif" medium="image">
			<media:title type="html">4 125</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duniakeluarga.files.wordpress.com/2010/05/41_11.gif" medium="image">
			<media:title type="html">41 11</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duniakeluarga.files.wordpress.com/2010/05/3_83.gif" medium="image">
			<media:title type="html">3 83</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duniakeluarga.files.wordpress.com/2010/05/6_125.gif" medium="image">
			<media:title type="html">6 125</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duniakeluarga.files.wordpress.com/2010/05/sufi-berzikir-mendekati-allah.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sufi-berzikir-mendekati-allah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duniakeluarga.files.wordpress.com/2010/05/39_22.gif" medium="image">
			<media:title type="html">39 22</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duniakeluarga.files.wordpress.com/2010/05/3_84.gif" medium="image">
			<media:title type="html">3 84</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mencegah dan Mengatasi Penyakit Typhus Dengan Tumbuhan Obat</title>
		<link>http://duniakeluarga.wordpress.com/2010/05/07/mencegah-dan-mengatasi-penyakit-typhus-dengan-tumbuhan-obat/</link>
		<comments>http://duniakeluarga.wordpress.com/2010/05/07/mencegah-dan-mengatasi-penyakit-typhus-dengan-tumbuhan-obat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 May 2010 01:05:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wawantbh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniakeluarga.wordpress.com/2010/05/07/mencegah-dan-mengatasi-penyakit-typhus-dengan-tumbuhan-obat/</guid>
		<description><![CDATA[Sahabats&#8230; Melengkapi Informasi tentang Penyakit Typhus, maka kami sajikan kali tulisan tentang Typhus dan pengobatannya secara herbal. Tulisan ini kami copy dari Blog sahabat Ira Sipahutar (http://irasipahutar.multiply.com/journal/item/3/Mencegah_dan_Mengatasi_Penyakit_Typhus_Dengan_Tumbuhan_Obat) yang merujuk pada Prof.H. M. Hembing Wijayakusuma. Semoga Allah merahmati sahabat Ira, Prof. H.M.Hembing W serta kita semua. Di dunia kedokteran, penyakit typhus dikenal juga dengan nama thypus [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniakeluarga.wordpress.com&amp;blog=12882084&amp;post=82&amp;subd=duniakeluarga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sahabats&#8230;</p>
<p><img hspace="5" alt="herbal 1" align="left" src="http://duniakeluarga.files.wordpress.com/2010/05/herbal1.jpg?w=111&#038;h=161" width="111" height="161" />Melengkapi Informasi tentang Penyakit Typhus, maka kami sajikan kali tulisan tentang Typhus dan pengobatannya secara herbal. Tulisan ini kami copy dari Blog sahabat Ira Sipahutar (<a href="http://irasipahutar.multiply.com/journal/item/3/Mencegah_dan_Mengatasi_Penyakit_Typhus_Dengan_Tumbuhan_Obat">http://irasipahutar.multiply.com/journal/item/3/Mencegah_dan_Mengatasi_Penyakit_Typhus_Dengan_Tumbuhan_Obat</a>) yang merujuk pada Prof.H. M. Hembing Wijayakusuma. Semoga Allah merahmati sahabat Ira, Prof. H.M.Hembing W serta kita semua.</p>
<p>Di dunia kedokteran, penyakit typhus dikenal juga dengan nama thypus abdominallis. Typhus abdominallis merupakan penyakit peradangan pada usus yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Typhus merupakan salah satu bentuk salmonellosis yaitu penyakit yang disebabkan oleh infeksi Salmonella. Inkubasi kuman penyebab typhus dapat terjadi melalui makanan dan minuman yang terinfeksi oleh bakteri Salmonella typhosa. Kuman ini masuk melalui mulut terus ke lambung lalu ke usus halus. Di usus halus, bakteri ini memperbanyak diri lalu dilepaskan kedalam darah, akibatnya terjadi panas tinggi.</p>
<p><span id="more-82"></span>
<p>Penyakit typhus abdominallis sangat cepat penularanya yaitu melalui kontak dengan seseorang yang menderita penyakit typhus, kurangnya kebersihan pada minuman dan makanan, susu dan tempat susu yang kurang kebersihannya menjadi tempat untuk pembiakan bakteri salmonella, pembuangan kotoran yang tak memenuhi syarat dan kondisi saniter yang tidak sehat menjadi faktor terbesar dalam penyebaran penyakit typhus.</p>
<p>Gejala yang sering timbul pada penyakit typhus adalah :</p>
<p>    * Demam dengan panas yang makin lama makin tinggi, gejala ini biasanya terjadi pada minggu kedua dan ketiga selam 7-10 hari dan baru turun perlahan-lahan pada minggu keempat.<br />
    * Selama demam tinggi penderita biasanya sering mengigau, dan ingatannya menurun atau tidak dapat berfikir secara jelas.<br />
    * Hilangnya nafsu makan, sehingga menyebabkan badan terasa lemas dan berat badan berkurang.<br />
    * Otot terasa nyeri<br />
    * Buang air besar tidak teratur, sembelit dan diare.<br />
    * Sakit kepala yang hebat, menggigil dan keluar keringat dingin.<br />
    * Mual, muntah-muntah, dan perut terasa sakit.<br />
    * Batuk dan perdangan pada cabang tenggorokan.<br />
    * Timbul beberapa bercak kecil berwarna merah dadu di daerah dada dan perut.</p>
<p>Gangguan pada alat-alat lain didalam tubuh adalah radang hati, radang tulang, radang persendian, serta gangguan kejiwaan. Paling berbahaya kalau terjadi kebocoran usus atau luka yang sebelumnya didahului pengeluaran darah dari lubang pelepasan. Kalau terjadi kebocoran usus maka harus dilakukan tindakan oprasi.</p>
<p>Untuk penderita typhus haruslah dirawat dengan baik agar panas yang tinggi dapat turun dengan cepat. Untuk pertolongan pertama menurunkan panas yaitu dengan kain basah yang dingin (memakai es). Berikanlah makanan yang mengandung banyak cairan dan bergizi seperti : sop, sari buah, dan banyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi. Kalau panasnya masih tinggi berikanlah obat antibiotik atau tumbuh-tumbuhan obat yang mempunyai efek antipiretik.</p>
<p>Lingkungan kita masih belum terbebas dari kuman-kuman penyakit, antara lain dari kelompok salmonella ini. Hal ini disebabkan kebersihan lingkungan belum baik, dimulai dari pembuangan sampah rumah tangga yang sembarangan, dan selokan air yang mampet. Kuman salmonella typhi dapat tahan hidup di air, ditanah kering dan tempat pembuangan sampah selama dua minggu. Dari sinilah mereka menyebar kemanusia, untuk menghindari diri dari tertularnya penyakit typhus, sebaiknya lingkungan harus selalu tetap bersih, baik itu kebiasaan makan, minum, dan buang air besar. Banyak waktu yang akan terbuang hanya karena kita kurang bersih cara hidupnya, usahakan untuk tetap bersih dimanapun kita berada, dengan demikian, penyakit typhus dapat dijauhkan dari diri pribadi, sebab kalau mengidap penyakit typhus paling sedikit tiga sampai empat minggu harus dirawat dirumah sakit dan sesudahnya dua sampai empat minggu istirahat dirumah. Untuk menghindari penularannya yaitu dengan menempatkan penderita pada tempat yang khusus.</p>
<p>Berikut adalah formula tumbuhan obat yang dapat digunakan untuk membantu pengobatan penyakit typhus yaitu :</p>
<p>Resep 1<br />
30 gram patikan kebo segar + 30 gram pegagan segar, dicuci bersih dan direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc air, kemudian airnya diminum 2-3 kali sehari.</p>
<p>Resep 2<br />
10-15 gram sambiloto direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc air, tambahkan madu secukupnya, kemudian airnya diminum 2 kali sehari.</p>
<p>Resep 3<br />
75 gram jali (direndam dahulu hingga lembut) + 75 gram kacang ijo, dan gula merah secukupnya, direbus dengan air secukupnya hingga lembut menjadi bubur, kemudian dimakan.</p>
<p>Resep 4<br />
100 gram umbi bidara upas segar + 20 gram kunyit, dicuci bersih lalu diblender dengan menambahkan 100 cc air hangat, atau diparut dan diperas airnya, lalu diminum.</p>
<p>Catatan :<br />
- Pilih salah satu resep tersebut dan lakukan secara teratur 2 kali sehari.<br />
- Tetap konsultasi kedokter.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Cara tradisional yang dapat digunakan untuk mengatasi typus yaitu :</p>
<p>    * 30 gram sambiloto segar direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, airnya disaring + 1 sendok makan madu, diminum hangat-hangat. <img hspace="5" alt="sambiloto 1" align="right" src="http://duniakeluarga.files.wordpress.com/2010/05/sambiloto1.jpg?w=110&#038;h=152" width="110" height="152" />Lakukan sehari 2 kali.<br />
    * Konsumsi 75 gram jali (direndam dahulu hingga lembut) + 75 gram kacang hijau (direndam dahulu hingga lembut) + gula merah secukupnya, direbus dengan air secukupnya hingga matang lalu dimakan.</p>
<p>Catatan : jali dapat dibeli di pasar swalayan atau toko obat Tionghoa. Dalam melakukan perebusan gunakan panci enamel atau periuk tanah. Tetap konsultasi ke dokter..</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Gangguan pencernaan lain yang sering timbul pada musim pancaroba adalah demam tifoid atau penyakit tifus abdominalis. Merupakan suatu penyakit peradangan pada usus yang disebabkan oleh infeksi bakteria. Penyakit ini dapat terjadi melalui pengkonsumsian makanan dan minuman yang terinfeksi oleh bakteri Salmonella typhosa.</p>
<p>Penyakit typhus abdominalis sangat cepat penularannya, yaitu melalui kontak dengan seseorang atau hewan yang terinfeksi. Pembuangan air kotoran yang tidak memenuhi syarat dan kondisi saniter yang tidak sehat menjadi faktor terbesar dalam penyebaran penyakit ini.</p>
<p>Tanda atau gejala penyakit tifus diawali dengan demam panas yang makin lama makin tinggi , selama panas tinggi penderita sering mengigau. Selain itu kepala terasa sakit, menggigil, berkeringat, letih, lemah, tidak nafsu makan dan berat badan berkurang, peradangan pada cabang tenggorokan, mual, muntah-muntah dan sakit perut yang mendadak.</p>
<p>Untuk perawatannya diusahakan untuk menurunkan panasnya dengan obat yang mempunyai efek antibiotik dan antipiretik. Istirahat di tempat tidur sampai semua tanda penyakit hilang. Makan makanan yang mengandung banyak cairan seperti sop, bubur cair dan lain-lain.</p>
<p>
Trims to: Prof. H. M. Hembing Wijayakusuma[]</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sumber Naskah:</p>
<p><a href="http://irasipahutar.multiply.com/journal/item/3/Mencegah_dan_Mengatasi_Penyakit_Typhus_Dengan_Tumbuhan_Obat">http://irasipahutar.multiply.com/journal/item/3/Mencegah_dan_Mengatasi_Penyakit_Typhus_Dengan_Tumbuhan_Obat</a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sumber Gambar:</p>
<p>1. <a href="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:4I0jFuAtVdp3bM:http://gurungeblog.files.wordpress.com/2008/11/makanan-sehat.jpg">http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:4I0jFuAtVdp3bM:http://gurungeblog.files.wordpress.com/2008/11/makanan-sehat.jpg</a></p>
<p>2. <a href="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:KrkBtc0gTAerKM:http://tanamanherbal.files.wordpress.com/2007/12/sambiloto.jpg">http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:KrkBtc0gTAerKM:http://tanamanherbal.files.wordpress.com/2007/12/sambiloto.jpg</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniakeluarga.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniakeluarga.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniakeluarga.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniakeluarga.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/duniakeluarga.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/duniakeluarga.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/duniakeluarga.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/duniakeluarga.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniakeluarga.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniakeluarga.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniakeluarga.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniakeluarga.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniakeluarga.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniakeluarga.wordpress.com/82/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniakeluarga.wordpress.com&amp;blog=12882084&amp;post=82&amp;subd=duniakeluarga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniakeluarga.wordpress.com/2010/05/07/mencegah-dan-mengatasi-penyakit-typhus-dengan-tumbuhan-obat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9edb11941902455295f5a25410ea99ec?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wawantbh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duniakeluarga.files.wordpress.com/2010/05/herbal1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">herbal 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duniakeluarga.files.wordpress.com/2010/05/sambiloto1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sambiloto 1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Penyakit Typhus</title>
		<link>http://duniakeluarga.wordpress.com/2010/05/06/penyakit-typhus/</link>
		<comments>http://duniakeluarga.wordpress.com/2010/05/06/penyakit-typhus/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 May 2010 10:10:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wawantbh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniakeluarga.wordpress.com/2010/05/06/penyakit-typhus/</guid>
		<description><![CDATA[Sahabats&#8230; Penyakit beserta obatnya adalah ciptaan Allah yang pasti diciptakan untuk dijadikan pelajaran dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Dia Sang Pencipta Yang Maha Sempurna. Kali ini kami sajikan tulisan tentang penyakit Typhus yang kami copy dari situs Jamu dan Herbal (http://jamu-herbal.com/penyakit-typhus.html), yang selalu menjadi fenomena bagi kita, terutama di setiap pergantian musim [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniakeluarga.wordpress.com&amp;blog=12882084&amp;post=79&amp;subd=duniakeluarga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sahabats&#8230;</p>
<p>Penyakit beserta obatnya adalah ciptaan Allah yang pasti diciptakan untuk dijadikan pelajaran dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Dia Sang Pencipta Yang Maha Sempurna.</p>
<p>Kali ini kami sajikan tulisan tentang penyakit Typhus yang kami copy dari situs Jamu dan Herbal (<a href="http://jamu-herbal.com/penyakit-typhus.html">http://jamu-herbal.com/penyakit-typhus.html</a>), yang selalu menjadi fenomena bagi kita, terutama di setiap pergantian musim menjelang kemarau. Semoga dalam memandang fenomena tersebut, kita selalu ingat siapa &#8216;Dalang&#8217; dari semua fenomena tersebut.</p>
<p>Penyakit Typhus atau Demam Tifoid (bahasa Inggris: Typhoid fever) yang<img hspace="5" alt="typhus 1" align="right" src="http://duniakeluarga.files.wordpress.com/2010/05/typhus1.jpg?w=139&#038;h=109" width="139" height="109" /> biasa juga disebut typhus atau types dalam bahasa Indonesianya, merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella enterica, khususnya turunannya yaitu Salmonella Typhi terutama menyerang bagian saluran pencernaan. Demam tifoid adalah penyakit infeksi akut yang selalu ada di masyarakat (endemik) di Indonesia, mulai dari usia balita, anak-anak dan dewasa.</p>
<p>Menurut keterangan dr. Arlin Algerina, SpA, dari RS Internasional Bintaro, Di Indonesia, diperkirakan antara 800 – 100.000 orang terkena penyakit tifus atau demam tifoid sepanjang tahun. Demam ini terutama muncul di musim kemarau dan konon anak perempuan lebih sering terserang, peningkatan kasus saat ini terjadi pada usia dibawah 5 tahun.</p>
<p><span id="more-79"></span>
<p>Cara Penularan Penyakit Demam Typhus (Tifoid)<br />
Penyakit demam Tifoid ini bisa menyerang saat kuman tersebut masuk melalui makanan atau minuman, sehingga terjadi infeksi saluran pencernaan yaitu usus halus. Dan melalui peredaran darah, kuman sampai di organ tubuh terutama hati dan limpa. Ia kemudian berkembang biak dalam hati dan limpa yang menyebabkan rasa nyeri saat diraba.</p>
<p><img hspace="5" alt="bakteri typhus1" align="left" src="http://duniakeluarga.files.wordpress.com/2010/05/bakterityphus1.jpg?w=154&#038;h=105" width="154" height="105" />Tanda dan Gejala Penyakit Demam Typhus (Tifoid)<br />
Penyakit ini bisa menyerang saat bakteri tersebut masuk melalui makanan atau minuman, sehingga terjadi infeksi saluran pencernaan yaitu usus halus. Kemudian mengikuti peredaran darah, bakteri ini mencapai hati dan limpa sehingga berkembang biak disana yang menyebabkan rasa nyeri saat diraba.</p>
<p>Gejala klinik demam tifoid pada anak biasanya memberikan gambaran klinis yang ringan bahkan dapat tanpa gejala (asimtomatik). Secara garis besar, tanda dan gejala yang ditimbulkan antara lain ;</p>
<p>   1. Demam lebih dari seminggu. Siang hari biasanya terlihat segar namun menjelang malamnya demam tinggi.<br />
   2. Lidah kotor. Bagian tengah berwarna putih dan pinggirnya merah. Biasanya anak akan merasa lidahnya pahit dan cenderung ingin makan yang asam-asam atau pedas.<br />
   3. Mual Berat sampai muntah. Bakteri Salmonella typhi berkembang biak di hatidan limpa, Akibatnya terjadi pembengkakan dan akhirnya menekan lambung sehingga terjadi rasa mual. Dikarenakan mual yang berlebihan, akhirnya makanan tak bisa masuk secara sempurna dan biasanya keluar lagi lewat mulut.<br />
   4. Diare atau Mencret. Sifat bakteri yang menyerang saluran cerna menyebabkan gangguan penyerapan cairan yang akhirnya terjadi diare, namun dalam beberapa kasus justru terjadi konstipasi (sulit buang air besar).<br />
   5. Lemas, pusing, dan sakit perut. Demam yang tinggi menimbulkan rasa lemas, pusing. Terjadinya pembengkakan hati dan limpa menimbulkan rasa sakit di perut.<br />
   6. Pingsan, Tak sadarkan diri. Penderita umumnya lebih merasakan nyaman dengan berbaring tanpa banyak pergerakan, namun dengan kondisi yang parah seringkali terjadi gangguan kesadaran.</p>
<p>Diagnosa Penyakit Demam Typhus (Tifoid)<br />
Untuk ke akuratan dalam penegakan diagnosa penyakit, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan laboratorium diantaranya pemeriksaan darah tepi, pemeriksaan Widal dan biakan empedu.</p>
<p>   1. Pemeriksaan darah tepi merupakan pemeriksaan sederhana yang mudah dilakukan di laboratorium sederhana untuk membuat diagnosa cepat. Akan ada gambaran jumlah darah putih yang berkurang (lekopenia), jumlah limfosis yang meningkat dan eosinofilia.<br />
   2. Pemeriksaan Widal adalah pemeriksaan darah untuk menemukan zat anti terhadap kuman tifus. Widal positif kalau titer O 1/200 atau lebih dan atau menunjukkan kenaikan progresif.<br />
   3. Diagnosa demam Tifoid pasti positif bila dilakukan biakan empedu dengan ditemukannya kuman Salmonella typhosa dalam darah waktu minggu pertama dan kemudian sering ditemukan dalam urine dan faeces.</p>
<p>Sampel darah yang positif dibuat untuk menegakkan diagnosa pasti. Sample urine dan faeces dua kali berturut-turut digunakan untuk menentukan bahwa penderita telah benar-benar sembuh dan bukan pembawa kuman (carrier).</p>
<p>Sedangkan untuk memastikan apakah penyakit yang diderita pasien adalah penyakit lain maka perlu ada diagnosa banding. Bila terdapat demam lebih dari lima hari, dokter akan memikirkan kemungkinan selain demam tifoid yaitu penyakit infeksi lain seperti Paratifoid A, B dan C, demam berdarah (Dengue fever), influenza, malaria, TBC (Tuberculosis), dan infeksi paru (Pneumonia).</p>
<p>Perawatan dan Pengobatan Penyakit Demam Typhus (Tifoid)<br />
Perawatan dan pengobatan terhadap penderita penyakit demam Tifoid atau types bertujuan menghentikan invasi kuman, memperpendek perjalanan penyakit, mencegah terjadinya komplikasi, serta mencegah agar tak kambuh kembali. Pengobatan penyakit tifus dilakukan dengan jalan mengisolasi penderita dan melakukan desinfeksi pakaian, faeces dan urine untuk mencegah penularan. Pasien harus berbaring di tempat tidur selama tiga hari hingga panas turun, kemudian baru boleh duduk, berdiri dan berjalan.</p>
<p>Selain obat-obatan yang diberikan untuk mengurangi gejala yang timbul seperti demam dan rasa pusing (Paracetamol), Untuk anak dengan demam tifoid maka pilihan antibiotika yang utama adalah kloramfenikol selama 10 hari dan diharapkan terjadi pemberantasan/eradikasi kuman serta waktu perawatan dipersingkat. Namun beberapa dokter ada yang memilih obat antibiotika lain seperti ampicillin, trimethoprim-sulfamethoxazole, kotrimoksazol, sefalosporin, dan ciprofloxacin sesuai kondisi pasien. Demam berlebihan menyebabkan penderita harus dirawat dan diberikan cairan Infus.</p>
<p>Komplikasi Penyakit Demam Typhus (Tifoid)<br />
Komplikasi yang sering dijumpai pada anak penderita penyakit demam tifoid adalah perdarahan usus karena perforasi, infeksi kantong empedu (kolesistitis), dan hepatitis. Gangguan otak (ensefalopati) kadang ditemukan juga pada anak.</p>
<p>Diet Penyakit Demam Typhus (Tifoid)<br />
Penderita penyakit demam Tifoid selama menjalani perawatan haruslah mengikuti petunjuk diet yang dianjurkan oleh dokter untuk di konsumsi, antara lain :</p>
<p>   1. Makanan yang cukup cairan, kalori, vitamin &amp; protein.<br />
   2. Tidak mengandung banyak serat.<br />
   3. Tidak merangsang dan tidak menimbulkan banyak gas.<br />
   4. Makanan lunak diberikan selama istirahat.</p>
<p>Untuk kembali ke makanan “normal”, lakukan secara bertahap bersamaan dengan mobilisasi. Misalnya hari pertama dan kedua makanan lunak, hari ke-3 makanan biasa, dan seterusnya.</p>
<p>Pencegahan Penyakit Demam Typhus (Tifoid)<br />
Pencegahan penyakit demam Tifoid bisa dilakukan dengan cara perbaikan higiene dan sanitasi lingkungan serta penyuluhan kesehatan. Imunisasi dengan menggunakan vaksin oral dan vaksin suntikan (antigen Vi Polysaccharida capular) telah banyak digunakan. Saat ini pencegahan terhadap kuman Salmonella sudah bisa dilakukan dengan vaksinasi bernama chotipa (cholera-tifoid-paratifoid) atau tipa (tifoid-paratifoid). Untuk anak usia 2 tahun yang masih rentan, bisa juga divaksinasi.[]</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sumber Tulisan:</p>
<p><a href="http://jamu-herbal.com/penyakit-typhus.html">http://jamu-herbal.com/penyakit-typhus.html</a></p>
<p>Sumber Gambar:</p>
<p>1. <a href="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:n47pt2HctsagIM:http://www.glogster.com/media/1/6/47/96/6479622.jpg">http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:n47pt2HctsagIM:http://www.glogster.com/media/1/6/47/96/6479622.jpg</a></p>
<p>2. <a href="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:edlAf2PS-ASjcM:http://www.globalsecurity.org/wmd/intro/images/typhus-louse-cdc.jpg">http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:edlAf2PS-ASjcM:http://www.globalsecurity.org/wmd/intro/images/typhus-louse-cdc.jpg</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniakeluarga.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniakeluarga.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniakeluarga.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniakeluarga.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/duniakeluarga.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/duniakeluarga.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/duniakeluarga.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/duniakeluarga.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniakeluarga.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniakeluarga.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniakeluarga.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniakeluarga.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniakeluarga.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniakeluarga.wordpress.com/79/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniakeluarga.wordpress.com&amp;blog=12882084&amp;post=79&amp;subd=duniakeluarga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniakeluarga.wordpress.com/2010/05/06/penyakit-typhus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9edb11941902455295f5a25410ea99ec?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wawantbh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duniakeluarga.files.wordpress.com/2010/05/typhus1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">typhus 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duniakeluarga.files.wordpress.com/2010/05/bakterityphus1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bakteri typhus1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hidup Sehat Ala Nabi SAW</title>
		<link>http://duniakeluarga.wordpress.com/2010/05/06/hidup-sehat-ala-nabi-saw/</link>
		<comments>http://duniakeluarga.wordpress.com/2010/05/06/hidup-sehat-ala-nabi-saw/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 May 2010 09:45:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wawantbh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniakeluarga.wordpress.com/2010/05/06/hidup-sehat-ala-nabi-saw/</guid>
		<description><![CDATA[Sahabats&#8230; Menjalani kehidupan, sebagai makhluk (ciptaan), kita kadang Allah anugrahi sehat kadang sakit. Namun, karena takdir adalah suatu misteri yang hendaknya kita senantiasa renungi, maka meneladani Rasulullah SAW dalam menjalani hidup ini handaknya selalu kita upayakan. Dalam tulisan yang kami peroleh dari blog sahabat Terapi Alami (http://terapialamiah.blogspot.com/2008/07/hidup-sehat-ala-nabi-saw.html), kita bisa meneladani bagaimana Rasulullah mengajarkan dan mencontohkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniakeluarga.wordpress.com&amp;blog=12882084&amp;post=76&amp;subd=duniakeluarga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sahabats&#8230;</p>
<p>Menjalani kehidupan, sebagai makhluk (ciptaan), kita kadang Allah anugrahi sehat kadang sakit. Namun, karena takdir adalah suatu misteri yang hendaknya kita senantiasa renungi, maka meneladani Rasulullah SAW dalam menjalani hidup ini handaknya selalu kita upayakan. Dalam tulisan yang kami peroleh dari blog sahabat Terapi Alami (<a href="http://terapialamiah.blogspot.com/2008/07/hidup-sehat-ala-nabi-saw.html">http://terapialamiah.blogspot.com/2008/07/hidup-sehat-ala-nabi-saw.html</a>), kita bisa meneladani bagaimana Rasulullah mengajarkan dan mencontohkan menjaga kesehatan dalam kegiatan sehari-hari&#8230;</p>
<p>Semoga rahmat Allah dilimpahkan kepada Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil Al-Haqqani, serta sahabat Pengelola Blog tersebut dan juga kepada kita semua&#8230;.</p>
<p>=================================================================</p>
<p>Shuhba Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil Al-Haqqani QS<img hspace="5" alt="syekh nazim 1" align="right" src="http://duniakeluarga.files.wordpress.com/2010/05/syekhnazim1.jpg?w=184&#038;h=270" width="184" height="270" /></p>
<p><em>A&#8217;uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim<br />
Bismillaahir rahmaanir rahiim<br />
Wash-shalaatu was-salaamu &#8216;alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa &#8216;alaa aalihi wa Shahbihi ajma&#8217;iin</em></p>
<p>
<strong>Cara mencegah penyakit yang terbaik adalah dengan beriman kepada Allah SWT dan yakin bahwa segala yang terjadi adalah atas Kehendak-Nya.</strong></p>
<p>Beberapa penyakit diberikan sebagai hukuman atas ketidakpatuhan seseorang, sebagian lagi sebagai ujian, Allah SWT mengamati apakah hamba-Nya menerima Kehendak-Nya dan tetap menjaga keimanannya dalam segala keadaan.</p>
<p><span id="more-76"></span>
<p>Allah SWT menguji hamba-Nya dengan berbagai cara, dengan keburukan dan kebaikan, kekayaan dan kemiskinan, kesehatan dan penyakit, kekuatan dan kelemahan, kemudahan dan kesulitan, serta kemuliaan dan kehinaan. Sebagai Tuhan dari seluruh umat manusia Dia berhak melakukannya dan Dia mengamati apakah kita teguh dalam kepatuhan sebagai hamba atau apakah kita berubah dengan kondisi tersebut.</p>
<p>Kita harus percaya kepada qadar, Penataan Ilahiah, penetapan tujuan masing-masing melalui Kebijaksanaan dan Kehendak-Nya. Selain itu sangat penting untuk menjaga sunnah Rasulullah SAW.</p>
<p>Suatu ketika Rasulullah SAW mengirim surat kepada Raja Mesir. Beliau mendapat balasan berupa seorang dokter, pelayan, dan seekor keledai. Rasulullah SAW menerimanya dengan berkata, <em>“Kami membutuhkan pelayan untuk melayani semua tamu yang berkunjung, keledai dapat digunakan untuk mengangkut barang-barang, tetapi Kami tidak memerlukan dokter.”</em></p>
<p> Dokter itu menolak pergi dengan alasan ia telah diperintahkan Raja untuk mengabdi. Akhirnya dokter itu diizinkan untuk tinggal selama ia inginkan. Ia tinggal selama setahun sebelum kemudian memutuskan untuk pergi. <em>“Selama setahun Aku di sini tak seorang pun yang datang untuk berobat, walaupun hanya sakit kepala, sakit gigi, atau sakit perut,”</em> katanya kepada Rasulullah SAW.</p>
<p>Beliau menjawab, <em>“Ya, sebab mereka tidak pernah makan sebelum merasa lapar dan makan dengan menu yang seimbang dan tidak makan sampai perutnya penuh tetapi selalu ada ruang yang dikosongkan.”</em></p>
<p>Dokter itu berkata lagi, <em>“Engkau benar! Dengan cara seperti itu tak satu pun penyakit yang akan datang.”</em></p>
<p><strong>Penyebab utama datangnya penyakit berasal dari perut yang kekenyangan.</strong></p>
<p><img hspace="5" alt="bayirakus1" align="left" src="http://duniakeluarga.files.wordpress.com/2010/05/bayirakus1.jpg?w=142&#038;h=109" width="142" height="109" />Dewasa ini perut orang-orang selalu penuh namun begitu mereka tetap ingin makan dan minum sesuatu yang lain, bagaikan sapi atau kerbau, mereka tidak pernah berhenti.</p>
<p>Itu adalah ciri khas hewan, yang dikhawatirkan hanyalah tubuh fisik saja, selalu ingin makan, minum, dan merokok, mereka tidak pernah mau mengistirahatkan perutnya. Puasa adalah jalan menuju sehat.</p>
<p>Jika kalian merasa ingin makan, bersabarlah sebentar lalu makan sedikit, gigitan yang sedikit itu akan terasa seperti gigitan yang besar.</p>
<p>Jangan sekali-kali menyia-nyiakan makanan. 90% makanan terbuang percuma. Berhati-hatilah terhadap makanan yang kalian makan. 50% penyakit berasal dari hormon (zat aditif dari makanan buatan-red) yang terdapat dalam makanan. Oleh sebab itu toko makanan alternatif (yang menyediakan bahan makanan alami-red) sangat baik. Karena harganya yang mahal, tentu mereka tidak akan memboroskannya.</p>
<p><strong>Selain itu penting juga menyiapkan makanan dengan niat yang baik.</strong></p>
<p>Gunakan tangan kanan seperti yang dilakukan oleh Rasulullah SAW. Kebersihan juga dapat mencegah penyakit. Gunakan air pada setiap acara untuk membersihkan tangan, mulut dan muka sebelum dan setelah makan. Gunakan air dalam toilet. Air adalah alasan bagi kehidupan, semakin banyak kalian menggunakannya, kalian akan mempunyai tubuh yang sehat.</p>
<p>Sedikit garam sebelum dan setelah makan juga dapat mencegah penyakit. Jangan tidur dengan posisi tengkurap, tidurlah dengan posisi miring ke kiri atau ke kanan atau dengan posisi terlentang.</p>
<p><strong>Jika kalian menderita penyakit, kalian harus bisa mengambil hikmah sesuai dengan keimanan kalian. Iman yang kuat membatu kalian untuk bersabar.</strong></p>
<p>Bayangkan, Nabi Ayub AS kehilangan kekayaan dan kesehatannya tetapi beliau tidak pernah berputus asa atau mengeluh kepada Tuhannya. Beliau tetap bersabar dan teguh dalam imannya sehingga Allah SWT mengembalikan segalanya kembali.[]</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sumber Tulisan:</p>
<p><a href="http://terapialamiah.blogspot.com/2008/07/hidup-sehat-ala-nabi-saw.html">http://terapialamiah.blogspot.com/2008/07/hidup-sehat-ala-nabi-saw.html</a></p>
<p>Sumber Gambar:</p>
<p>1. <a href="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:FTZeFugrFG-2ZM:http://1.bp.blogspot.com/_WOWucLdMmPs/SWa6VnT-KJI/AAAAAAAAAeI/dwFbUkv-O3M/S600/Maulana%2B007.JPG">http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:FTZeFugrFG-2ZM:http://1.bp.blogspot.com/_WOWucLdMmPs/SWa6VnT-KJI/AAAAAAAAAeI/dwFbUkv-O3M/S600/Maulana%2B007.JPG</a></p>
<p>2. <a href="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:G2fF_NwJZFVnxM:http://noeelcool.files.wordpress.com/2008/12/anak-semangka.jpg">http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:G2fF_NwJZFVnxM:http://noeelcool.files.wordpress.com/2008/12/anak-semangka.jpg</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniakeluarga.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniakeluarga.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniakeluarga.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniakeluarga.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/duniakeluarga.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/duniakeluarga.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/duniakeluarga.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/duniakeluarga.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniakeluarga.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniakeluarga.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniakeluarga.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniakeluarga.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniakeluarga.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniakeluarga.wordpress.com/76/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniakeluarga.wordpress.com&amp;blog=12882084&amp;post=76&amp;subd=duniakeluarga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniakeluarga.wordpress.com/2010/05/06/hidup-sehat-ala-nabi-saw/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9edb11941902455295f5a25410ea99ec?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wawantbh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duniakeluarga.files.wordpress.com/2010/05/syekhnazim1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">syekh nazim 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duniakeluarga.files.wordpress.com/2010/05/bayirakus1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bayirakus1</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
